Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, target penyuntikan vaksinasi sebanyak 2 juta dosis perhari pada Agustus ini belum bisa tercapai.
"Saat ini memang kita rata-rata sudah di atas 1 juta perhari dan kita berusaha walaupun Agustus tinggal beberapa hari. Memang 2 juta perhari belum bisa kita capai sehingga kita akan coba teruskan di September untuk bisa mencapai target 2 juta perhari," kata Nadia dalam Diskusi Perkembangan Terkini Vaksin Covid-19 di Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (28/8).
Ia mengungkapkan, demi mencapai target suntikan 2 juta perhari, pihaknya akan melaukan intensifikasi pelayanan vaksinasi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, menambah jumlah hari, dan menambah jumlah sesi penyuntikan vaksin sesuai dengan ketersediaan vaksin.
Selanjutnya, apabila dibutuhkan, maka pihaknya juga akan menambah tenaga vaksinator. Nadia menyatakan pemerintah akan terus melakukan pelatihan vaksinator dengan membuka pos vaksinasi yang bekerja sama dengan pihak swasta, BUMN, maupun organisasi kemasyaraatan.
Baca juga: Ketersediaan Vaksin Perlu Diserap dengan Cepat
Sebagai informasi, saat ini sebanyak 29% dari total sasaran vaksin di Indonesia telah mendapatkan vaksin dosis pertama. Sementara dosis kedua sebanyak 16%.
Adapun, ia menyebut, yang menjadi PR besar dalam mempercepat penyuntikan vaksinasi ialah pada kelompok lansia. Pasalnya, hingga 28 Agustus 2021 baru sebanyak 5,2 juta lansia yang mendapatkan suntikan pertama dan 3,6 juta suntikan kedua.
"Ini menjadi tugas kita bersama untuk selalu mengingat bahwa lansia ini kita masih punya PR cukup besar," tegas dia.
Untuk itu, ia meminta agar pemerintah daerah kususnya lurah dan kepala desa dapat mendata lansia di wilayahnya agar bisa mendapatkan suntikan vaksin. (OL-4)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved