Jumat 13 Agustus 2021, 15:35 WIB

Hore! Bantuan Beras PPKM Tahap II Siap Digelontorkan

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Hore! Bantuan Beras PPKM Tahap II Siap Digelontorkan

Antara
Buruh memanggul beras bantuan PPKM di gudang Perum Bulog Cabang Ciamis, Jawa Barat, Selasa (10/8).

 

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos), Perum Bulog, dan PT Pos Indonesia bekerja sama menyalurkan bantuan 10 kilogram beras medium kepada 8,8 juta keluarga penerima manfaat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II.

Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras menyatakan, bantuan beras PPKM disalurkan kepada 10 juta KPM PKH, 10 juta KPM BST, dan 8,8 juta KPM BPNT non-PKH. Pada Tahap I, bantuan beras PPKM disalurkan sebanyak 20 juta KPM, yakni kepada 10 juta KPM PKH dan 10 juta KPM BST.

Adapun penyaluran bantuan beras PPKM Tahap II, menyasar kepada 8,8 juta KPM BPNT non-PKH. Untuk keperluan itu, Kemensos terus meningkatkan koordinasi dengan mitra kerja, dalam hal ini Perum Bulog, PT Pos Indonesia, pemerintah daerah dan pihak terkait.

“Alhamdulillah dapat kami laporkan bahwa sampai dengan hari ini, bantuan beras PPKM Tahap I sudah tuntas kami salurkan. Untuk Tahap II, saya kira tidak ada masalah. Insha Allah dapat kami laksanakan dengan baik. Sebab, kami sudah ada pengalaman dan sinergitas pada penyaluran pada Tahap II,” kata Hartono dalam keterangannya, Jumat (13/8).

Pemerintah telah menerapkan PPKM dalam rangka memutus mata rantai Covid-19. Untuk meringankan beban masyarakat miskin dan rentan yang tidak bisa bekerja dan penghasilannya menurun, pemerintah menyalurkan berbagai bantuan sosial.

Selain bansos yang berbasis tunai transfer seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST). Kemensos juga meluncurkan bantuan beras PPKM.

“Penyaluran BSB untuk membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok masyarakat terdampak pandemi,” ujar Hartono.

Untuk penyaluran bantuan beras PPKM Tahap II, Sekjen menegaskan tidak ada persiapan khusus. Kemensos telah menyerahkan data penerima bantuan yang berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kepada Kementerian Keuangan sebagai kuasa pengguna anggaran.

Selanjutnya, Kemensos akan meningkatkan koordinasi dengan Perum Bulog yang mendapatkan tugas untuk menyediakan dan menyalurkan bantuan beras, dan pihak-pihak terkait lainnya, seperti PT Pos Indonesia, pemerintah daerah dan pihak lain yang terkait.

“Kami juga mengaktivasi peran pendamping PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk membantu para petugas baik dari Perum Bulog maupun dari PT Pos, untuk membantu kelancaran penyaluran di lapangan,” katanya.

Melalui peran para pendamping pula, Kemensos memastikan bila ada perubahan data penerima, akan segera diperbaiki.

“Karena Kemensos memiliki data by name by addres. Sehingga jika ada perubahan data, bisa kami deteksi dan segera diganti dengan yang layak,” katanya.

Kemensos mengapresiasi peran semua pihak yang telah bersinergi dalam menyelenggarakan tugas penyaluran bantuan. Termasuk kepada Pimpinan Perum Bulog dan jajaran, PT Pos Indonesia dan jajaran, pemerintah daerah, para pendamping sosial, relawan, dan semua pihak yang membantu. (H-2)

Baca Juga

MI/ Susanto

Eijkman: Varian Baru Dikhawatirkan Pengaruhi Efektivitas Vaksin

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 30 November 2021, 15:50 WIB
vaksin Merah-Putih yang dikembangkan Eijkman memasuki tahap uji pra-klinis di...
AFP

Strategi Badan POM Percepat Kemandirian Vaksin Merah Putih

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 30 November 2021, 15:45 WIB
Kemandirian dalam produksi vaksinasi dan obat yang harus dibangun salah satunya melalui penelitian dan menjadikannya sebagai satu sentral...
AFP/Indranil Mukherjee.

Pakar UGM Yakini Virus Korona akan Terus Bermutasi

👤Ardi Teristi Hardi 🕔Selasa 30 November 2021, 15:43 WIB
Menurutnya, covid-19 yang diyakini berasal dari kelelawar sudah mengalami ribuan mutasi dalam tubuh kelelawar sehingga mampu menular ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya