Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGKA kematian Covid-19 pada periode tiga minggu terakhir cenderung tinggi terutama di Pulau Jawa. Sesuai analisis data National All Record (NAR) ternyata pelaporan kasus kematian yang dilakukan daerah tidak bersifat real time melainkan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.
Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, mengakui hal tersebut bagian dari perbaikan data yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Pihaknya terus melakukan evaluasi dan sinkronisasi data pusat dan daerah agar lebih efisien dan tepat.
"Kemenkes masih proses terus perbaikan data secepatnya agar selesai dilakukan daerah. Tapi data Covid-19 tetap bisa masuk dan kita update terus menerus per harinya," kata Nadia, di Jakarta, Kamis (12/8).
Kemenkes mengumpulkan data dari seluruh dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan kota. Perbaikan dan penyesuaian data sudah mulai dilakukan agar sinkronisasi data dapat berjalan.
Memang ada beberapa pada saat melaksanakan proses sinkronisasi data tersebut, ditemukan sejumlah kasus yang tidak sesuai antara data pusat dan data daerah.
Tenaga Ahli Kemenkes Panji Fortuna Hadisoemarto mengatakan, berdasarkan analisis data NAR Kemenkes, ditemukan pelaporan kasus kematian di daerah tidak bersifat real time dan merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.
Baca juga : PPKM Turunkan 56,9% Kasus Covid 19, Polri: Kedisiplinan Adalah Kunci
“NAR adalah sistem big data untuk pencatatan laboratorium dalam penanganan Covid-19 yang dikelola Kemkes,” kata Panji sebelumnya dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (11/8).
Dia menyebutkan, berdasarkan laporan kasus Covid-19 pada 10 Agustus 2021, dari total 2.048 kematian dilaporkan, sebagian besar bukan angka kematian pada tanggal itu, melainkan seminggu sebelumnya.
Bahkan 10,7% di antaranya berasal dari kasus pasien positif yang sudah tercatat di NAR lebih 21 hari, tetapi baru terkonfirmasi dan dilaporkan bahwa pasien telah meninggal.
“Kota Bekasi, contohnya, laporan pada tanggal 10 Agustus 2021 dari sebanyak 397 angka kematian dilaporkan, 94% di antaranya bukan merupakan angka kematian pada hari tersebut, melainkan akumulasi dari Juli sebanyak 57% dan Juni dan sebelumnya sebanyak 37%. Lalu 6% sisanya merupakan rekapitulasi kematian di minggu pertama Agustus,” jelas Panji.
Contoh lain di Kalimantan Tengah. Sekitar 61% dari 70 angka kematian yang dilaporkan pada Selasa (10/8) adalah kasus aktif yang sudah lebih 21 hari, namun baru diperbarui statusnya. (OL-7)
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, teknologi genomik memungkinkan pemeriksaan kesehatan menjadi lebih personal.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
Epidemiolog sekaligus peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, mengatakan bahwa sebetulnya hal tersebut tidak mengagetkan karena covid-19 kini sudah menjadi endemi.
Berikut adalah 8 langkah pencegahan Covid-19 yang perlu diterapkan masyarakat untuk memutus rantai penularan virus:
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran pada 28 Mei lalu mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19 menyebut varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1.
PENGURUS IAKMI dr Iqbal Mochtar mengatakan peningkatan kasus covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini belum sampai pada level mengkhawatirkan.
"Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan puncak wabah tahun ini,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved