Rabu 11 Agustus 2021, 11:23 WIB

Kartu Vaksin dan PCR Jadi Syarat Keluar Masuk Kota di Jawa-Bali

Candra Yuri Nuralam | Humaniora
Kartu Vaksin dan PCR Jadi Syarat Keluar Masuk Kota di Jawa-Bali

ANTARA/Fakhri Hermansyah
Warga menunjukkan kartu vaksinasi covid-19 di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Paljaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

 

PEMERINTAH memperbarui aturan tentang perjalanan antarkota selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali. Perjalanan luar kota harus menunjukkan kartu vaksin dan hasil negatif covid-19 dari pemeriksaan PCR.

"Untuk transportasu udara dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCT yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan," tulis Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 yang dikutip, Rabu (11/8).

Jika perjalanannya antarkota atau kabupaten di Jawa dan Bali, masyarakat bisa mengganti surat PCR dengan hasil antigen yang hasilnya sehari sebelum keberangkatan. Namun, kebijakan itu hanya berlaku bagi masyarakat yang sudah divaksinasi covid-19 dosis kedua.

Baca juga: Cegah Varian Baru Covid WNA Masih Dilarang Masuk RI

Jika masyarakat yang ingin naik pesawat baru diberikan dosis pertama, wajib memberikan hasil PCR dengan hasil negatif. Orang yang belum divaksinasi belum bisa naik pesawat.

Syarat yang sama juga berlaku untuk transportasi laut. Pelonggaran ada pada wilayah yang status PPKM-nya ada pada level satu dan dua.

Daerah yang level satu dan dua boleh berpergian antarkota dengan level yang sama hanya dengan menggunakan hasil negatif PCR atau antigen. Syarat vaksinasi tidak disebutkan dalam aturan tersebut.

Syarat itu tidak berlaku jika perjalanannya hanya dalam kota. Namun, perjalanan dalam kota wajib memperlihatkan STRP maupun surat tugas atau surat perjalanan yang berlaku.

Supir kendaraan logistik boleh bepergian antarkota tanpa harus memperlihatkan kartu vaksinasi. Namun, surat bebas dari covid-19 harus tetap dibawa sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pemerintah memberikan diskresi perjalanan untuk memperlihatkan syarat vaksinasi bagi masyarakat yang mempunyai komorbid dan tidak bisa diberikan suntikan. Namun, harus dengan surat keterangan resmi dari dokter. Hal itu juga berlaku bagi masyarakat yang baru terpapar covid-19 dan belum sampai tiga bulan dari kesembuhan.

Anak-anak di bawah umur 12 tahun untuk sementara dilarang bepergian ke luar kota. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran covid-19 di kalangan anak-anak.

Kebijakan itu berlaku mulai hari ini, Rabu (11/8). Semua masyarakat wajib mematuhi aturan tanpa kecuali. (OL-1)

Baca Juga

MI/HO

WMA Tegaskan IDI Satu-Satunya Organisasi Dokter di Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:50 WIB
"Bagi kami di WMA, keberadaan organisasi profesi juga haruslah tunggal karena menyangkut standarisasi etik kedokteran demi keselamatan...
MI/RAMADANI

Berdaulat Mengelola Kesehatan, BRIN Jembatani Periset dengan Industri Kesehatan

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:36 WIB
Selama dua tahun pandemi Covid-19 melanda dunia, banyak mengajarkan masalah fundamental yang ada di negara...
Ist

Menteri Sandiaga Uno Dorong Santri Melek Digital dan Gali Potensi Diri

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:31 WIB
Santri Digitalpreneur Indonesia akan membuka suatu platform perjuangan ekonomi Islam baru dimana santri-santri akan menjadi lokomotif...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya