Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER payudara juga bisa dialami pria. Bahkan tidak sedikit pria yang datang ke dokter dengan status kanker payudara stadium lanjut. Hal itu diungkapkan oleh dr. Bob Andinata Sp.B(K) Onk, dokter bedah onkologi dari RS Kanker Dharmais saat menjadi pembicara dalam webinar Agrovaria Lovepink, Kamis (5/8).
Pada acara edukatif rangkaian kerja sama antara perusahaan perkebunan kelapa sawit Grup Astra Agro dan Lovepink untuk sosialisasi penyakit kanker payudara, Bopn menambahkan risiko kanker dapat dicegah dengfan deteksi dini dan mengetahui gejala-gejalanya.
Arief Catur Irawan, Vice President of Partnership and Smallholders Management (PSM) Astra Agro mengatakan bahwa pengetahuan tentang Risiko Kanker Payudara Pada Pria ini sangat penting untuk disebarluaskan.
"Program pembinaan mitra secara online ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka memberikan edukasi dan informasi sekaligus sebagai bentuk loyalti program pada masyarakat pemasok TBS," lanjutnya.
Arief berharap bahwa para mitra Astra Agro tersebut semakin peduli terhadap bahaya kanker payudara.
Bob menambahkan data Globocan 2020, kasus insiden kanker payudara pada pria terjadi sekitar 0,5% atau sekitar 329 kasus baru dalam setahun.
"Meskipun kasus kanker payudara pada pria relatif lebih kecil, namun SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri dan SADANIS atau pemeriksaan payudara secara klinis pada pria juga penting untuk dilakukan," lanjutnya.
Sama halnya dengan gejala kanker payudara pada wanita, gejala kanker payudara pada pria ditandai dengan munculnya benjolan, luka pada payudara, puting payudara terbenam, perubahan bentuk payudara, dan keluarnya cairan dari payudara.
Adapun faktor risiko munculnya kanker payudara pada pria diakibatkan qdanya riwayat kanker payudara dalam keluarga, kerusakan liver, penyakit infeksi atau diabetes, dan penyakit genetik. Obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko kanker payudara pada pria.
Wielly Wahyudi salah satu penyintas kanker payudara yang juga hadir sebagai pembicara menyatakan pada saat dirinya didiagnosa kanker payudara sudah masuk stadium lanjut. "Gejalanya tidak terasa," katanya.
baca juga:
Setelah ia didiagnosa kanker payudara pada 2013 lalu, ia segera melakukan pengobatan medis. Dukungan keluarga dan rekan-rekan menjadi motivasinya untuk sembuh.
"Tidak semua benjolan adalah indikasi kanker payudara, tapi jika ditemukan benjolan dan dalam waktu lama, segera periksakan ke dokter," tegasnya.
Senada dengan Wielly, Lola Widyani penggiat Lovepink dan penyintas kanker payudara menyampaikan bahwa kanker payudara bisa dicegah dengan mengontrol faktor risiko, seperti menerapkan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, mengendalikan berat badan dan aktif bergerak, serta mengelola stres.
"Menghindari merokok, konsumsi alkohol, dan produk dengan kandungan pemanis buatan, pengawet, perasa, dan pewarna (4P) juga merupakan tindakan pencegahan potensi kanker," kata Lola.(N-1)
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved