Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA seseorang yang mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah dalam keadaan kumat atau anfal dan ingin melakukan vaksinasi covid maka bisa melakukan penanganan optimal sehingga dalam waktu 2-4 minggu pasien bisa melakukan vaksinasi.
"Kalau sedang kumat atau anfal seperti serangan jantung, lemah jantung, sesak nafas berat dan lainnya segera melakukan penanganan optimal dan tata laksana sehingga dalam keadaan stabil," kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Vito Anggarino Damay kepada Media Indonesia, Jumat (6/8).
Tidak perlu menunggu 3 bulan dalam waktu 2-4 pekan dari fase akut tersebut maka bisa direkomendasikan mendapatkan vaksinasi, tentunya sesuai dengan monitoring dokter terkait.
Untuk orang yang baru pasang ring, operasi bypass, atau pasang pacu jantung dan tidak sedang mengalami kumat dan dalam keadaan stabil tanpa komplikasi maka bisa direkomendasikan melakukan vaksinasi.
Baca juga : Vaksin Tahap ke-35 Tiba, Stok Vaksin Brrtambah 594.200 Dosis
"Jadwalnya 1-2 minggu dari prosedur tersebut. Dalam arti stabil adalah tidak sesak nafas, tidak bengkak, dana tidak sesak dada atau tiba-tiba pingsan dan lainnya," ucapnya.
Sementara, orang yang baru saja mengalami serangan jantung maka itu termasuk orang yang belum layak menerima vaksin saat ini. Kecuali mendapatkan penilaian, evaluasi, pemantauan, dan penanganan dari dokter yang merawatnya.
Namun secara umum, hampir semua orang boleh menerima vaksinasi. Jika orang tersebut memiliki penyakit komorbid yang terkendali dan diawasi oleh dokternya.
"Yang bisa menerima vaksin apabila dalam 3 bulan terakhir tidak ada keluhan atau simptom (gejala) yang membuat terbatas dan stabil, rutin kontrol dalam pengobatan maka boleh dan layak menerima vaksinasi. Itulah rekomendasi resmi dari Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (Perki)," pungkasnya. (OL-2)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved