Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AKADEMISI dari Universitas Airlangga, Doktor drh Iwan Sahrial Hamid menemukan bukti ilmiah bahwa pegagan (Centella asiatica L Urban) menghambat pertumbuhan tumor melalui jalur antiangiogenesis atau lawan dari angiogenesis.
Temuan itu tertulis dalam jurnal ilmiah berjudul Antiangiogenesis Activity of Centella Asiatica on the Macrophage Number and Matrix Metalloproteinase-9 in Blood Vessels of Chorioallantois Membrane Induced by Basic Fibroblast Growth Factor yang diterbitkan The Indian Veterinary Journal pada 2020 lalu.
Angiogenesis ialah proses terbentuknya pembuluh darah baru yang berasal dari pembuluh darah yang telah ada sebelumnya.
Misalnya, pada saat proses pembentukan plasenta selama kehamilan dan pemulihan luka. Hal ini normal sebetulnya.
Yang berbahaya adalah ketika angiogenesis ini membuka jalan pada sel kanker untuk dapat tumbuh dan berkembang. Ada dua peranan angiogenesis bagi kanker, yaitu membantunya tumbuh dan menyebar.
Dalam penjelasanya, Iwan menuturkan, dari hasil pengamatan makroskopik maupun mikroskopik tampak bahwa terjadi pengurangan respon angiogenesis pada membran korioalantois (CAM) terinduksi basic Fibroblast Growth Factor (bFGF). Penghambatan angiogenesis pada CAM meningkat seiring dengan kenaikan dosis ekstrak etanolik daun pegagan yang dicobakan.
Diketahui, respon angiogenesis terendah dalam penelitian ini adalah pada pemberian dosis ekstrak etanolik daun pegagan paling besar 180µg. “Meskipun belum dapat dipastikan, namun pemberian bFGF sebagai induktor dapat memberikan sedikit gambaran mengenai kemungkinan mekanisme aksi penghambatannya,” ujarnya dilansir dari laman Unair.
Berbagai zat kimia yang mungkin terkandung di dalam ekstrak etanolik daun pegagan diantaranya flavonoid dan polifenol diduga berperan dalam kemampuan menghambat angiogenesis ekstrak tersebut.
Beberapa penelitian mengenai flavonoid, sambungnya, merekomendasikan kemungkinan aksinya sebagai senyawa kimia yang mampu menghambat kanker dan diantaranya melalui penghambatan angiogenesis.
Flavonoid tersebut, diantaranya resveratrol dan quercetin pada kadar 100 µM mampu menghambat aspek-aspek angiogenesis (proliferasi, migrasi sel endotelial dan pembentukan pipa pembuluh darah). Silymarin, suatu flavonoid antioksidan, sedang dikembangkan sebagai agen inhibitor enzim COX-2.
“Senyawa ini menurunkan jumlah sel HUVEC (sel endothelial) pada kadar 50 µg/ml. Angiogenesis diblok oleh inhibitor COX-2 yang diinduksi bFGF. COX-2 berperan pada proses angiogenesis melalui sintesis prostaglandin (PG). PG berperan penting di dalam induksi VEGF. Oleh karena itu penghambatan aktivitas COX-2 akan berakibat pada penghambatan angiogenesis,” urainya.
Dalam analisisnya, kandungan dalam ekstrak etanolik daun pegagan, terangnya, mungkin bertindak sebagai penghambat COX-2, memblok produksi PG, sehingga dapat mencegah pembentukan endotelial kapiler dan proliferasinya.
Terdapat kemungkinan bahwa di dalam ekstrak etanolik daun pegagan terkandung senyawa yang bertindak sebagai inhibitor angiogenesis. Hal ini antara lain dilakukan melalui pengeblokan terhadap reseptor VEGF atau reseptor bFGF sehingga tidak dapat berikatan dengan faktor-faktor pertumbuhan tersebut atau menghambat matrix metalloproteinases (MMPs), enzim proteinase yang mengkatalisis rusaknya matriks ekstraselular, sehingga sel-sel endotelial mampu migrasi ke jaringan sekitarnya, untuk membentuk pembuluh darah baru (angiogenesis).
"Berdasarkan fakta ini maka sangat mungkin flavonoid dalam ekstrak etanolik pegagan juga memiliki mekanisme aksi penghambatan angiogenesis," cetus Iwan.
Herbal unggulan
Pegagan sebenarnya merupakan jenis tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, dan pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Cina, Jepang dan Australia.
Di beberapa wilayah di Indonesia, lanjutnya, pegagan dikenal dengan beberapa nama lokal, diantaranya pegaga (Aceh), daun kaki kuda (Melayu), ampagaga (Batak), antanan (Sunda), sarowati (Maluku), bebele (Nusa Tenggara), dan dougauke (Papua).
Dari sejumlah riset terdahulu, pegagan diketahui merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki beragam manfaat untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Pegagan memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothanksuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium.
"Herbal pegagan mrupakan salah satu tanaman unggulan menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Beberapa penelitian telah dilakukan mengenai aktivitas herba pegagan sebagai obat kusta, antiseptik, diuretik, immunidulator, penyembuh luka, antioksidan dan antiangiogenesis," pungkasnya.
Dari fisiknya, pegagan memiliki akar rimpang yang pendek serta mempunyai geragih. Akarnya keluar dari buku berupa akar tunggang berwarna putih. Stolon tumbuh dari sistem perakaran, memiliki ukuran yang panjang dan tumbuh menjalar. Pada setiap buku dari stolon akan tumbuh tunas yang akan menjadi cikal bakal tumbuhan pegagan baru. (H-2)
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved