Rabu 28 Juli 2021, 17:21 WIB

Luhut Minta Publik tidak Perdebatkan Aturan Makan 20 Menit

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Luhut Minta Publik tidak Perdebatkan Aturan Makan 20 Menit

Antara
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan kerja di NTT.

 

ATURAN makan 20 menit di warung makan selama PPKM level 4 di sejumlah wilayah, menuai kritik masyarakat. Bahkan, menjadi bulan-bulanan warganet di dunia maya.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pun meminta agar hal tersebut tak diperdebatkan publik. Diketahui, selama perpanjangan PPKM, masyarakat diperbolehkan makan di warung makan dengan pembatasan waktu. Tujuannya, menekan laju penularan covid-19.

"Tidak usah diperdebatkan semua hal. Mari kita bahu membahu menurunkan kasus penularan (covid-19)," ujar Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi kepada wartawan, Rabu (28/7).

Baca juga: Satpol PP Akui tidak Mungkin Awasi Orang Makan 20 Menit

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa aturan makan selama 20 menit dibuat sebagai acuan waktu. Sehingga, masyarakat tidak berlama-lama di luar rumah. Apalagi, berkerumun di masa pembatasan aktivitas.

"Ini hanya patokan untuk orang tidak berlama-lama. Apakah 20 menit, 15 menit, 30 menit, 40 menit, akan selalu dipermasalahkan. Tergantung dari sisi mana kita melihat. Bisa dinilai terlalu lama atau terlalu cepat," pungkas Jodi.

Baca juga: BRIN: Hanya 4,1% RS yang Punya Pengolahan Limbah Medis

Di tengah lonjakan kasus covid-19, dengan adanya varian Delta yang menular lebih cepat, masyarakat diminta untuk memiliki kesadaran tinggi terhadap protokol kesehatan.

Aturan makan selama 20 menit pun mendapat kritikan dari berbagai kalangan. Misalnya, dari Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara). Mereka menilai ketentuan itu bisa membahayakan masyarakat, karena harus terburu-buru saat makan.

"Kalau disuruh buru-buru bisa tersedak," cetus Ketua Kowantara Mukroni dikutip dari Antara. Dirinya juga menyoroti pedagang ayam bakar atau pecel lele, yang dinilai tidak bisa cepat dalam menyiapkan makanan.(OL-11)


 

Baca Juga

Dok.Kementerian Kesehatan

Hindari Penyakit Keturunan Talasemia dengan Deteksi Dini

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 19 Mei 2022, 07:20 WIB
Deteksi dini bertujuan mengidentifikasi pembawa sifat talasemia agar tidak terjadi perkawinan sesama pembawa...
Dok. UGM

Spirit Kolaborasi dan Kerelawanan

👤*/Hym/X-6 🕔Kamis 19 Mei 2022, 07:15 WIB
PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) memfasilitasi kelahiran Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi)...
Dok. UGM

Gebrakan UGM dan Japelidi Memperkuat Literasi Digital

👤Novi Kurnia 🕔Kamis 19 Mei 2022, 07:10 WIB
Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) memimpin komunitas mengenai literasi digital untuk memperkuat kecakapan digital masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya