Rabu 28 Juli 2021, 17:00 WIB

BRIN: Hanya 4,1% RS yang Punya Pengolahan Limbah Medis

Andhika Prasetyo | Humaniora
BRIN: Hanya 4,1% RS yang Punya Pengolahan Limbah Medis

Antara
Petugas menunjukkan jarum suntik limbah medis yang ditemukan di wilayah Solo, Jawa Tengah.

 

KEPALA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengungkapkan dari total 2.924 rumah sakit di Indonesia, hanya 4,1% yang memiliki fasilitas pengolahan limbah medis.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan. Sebab, sampah peralatan medis mengalami lonjakan signifikan di masa pandemi covid-19.

Berkaca dari hal itu, Handoko mendorong fasilitas kesehatan di Tanah Air untuk menggunakan teknologi yang dikembangkan BRIN. Dalma hal ini, untuk mengolah limbah medis hasil operasional. 

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp1,8 Triliun untuk Tangani Limbah Medis

“Ada beberapa teknologi yang sudah terbukti untuk membantu peningkatan jumlah kapasitas pengolahan limbah secara signifikan,” ujar Handoko seusai mengikuti rapat terbatas, Rabu (28/7).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa teknologi pengolahan limbah BRIN berukuran kecil. Sehingga, mudah dipindahkan untuk menjangkau daerah terpencil. Hal itu juga membuat biaya perawatan menjadi lebih murah.

Baca juga: Limbah Masker Medis Masih bisa Didaur Ulang

Di beberapa negara, kata Handoko, sudah menggunakan teknologi daur ulang limbah medis yang bisa menghasilkan nilai ekonomi. Seperti, alat penghancur jarum suntik yang menghasilkan residu berupa stainless steel murni.

Kemudian, mesin daur ulang APD dan masker yang dapat menghasilkan propilen murni dengan nilai ekonomi cukup tinggi. "Jika bisa dikembangkan, ini akan meningkatkan motivasi untuk mengelola limbah. Bisa meningkatkan kepatuhan, hingga berpotensi menjadi lahan bisnis baru," tandasnya.(OL-11)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO.

Lima Langkah Preventif Sebelum Izinkan Anak Jalani PTM

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 September 2021, 00:05 WIB
Dokter Spesialis Anak dr. Natasya Ayu Andamari, SpA memberikan sejumlah kiat tindakan pencegahan yang bisa dilakukan orang tua sebelum...
Antara/Galih Pradipta

Dampak Pandemi, Nadiem: Satu Generasi Kehilangan Hampir Setahun Pembelajaran 

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 September 2021, 23:55 WIB
"Anak-anak kemungkinan besar kehilangan antara 0,8-1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun...
Dok. Pribadi

Tampil di Zakat Innovation Week, Rumah Kutub Paparkan soal Sedekah Minyak Jelantah 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 23:37 WIB
ERSENYUM adalah singkatan dari Terima Sedekah Minyak Jelantah untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya