Jumat 23 Juli 2021, 19:19 WIB

Pakar Polimer Pastikan BPA Dalam Galon Guna Ulang Aman Dikonsumsi

Abdillah M Marzuqi | Humaniora
Pakar Polimer Pastikan BPA Dalam Galon Guna Ulang Aman Dikonsumsi

Antara
Ilustrasi

 

PAKAR polimer dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ahmad Zainal Abidin memastikan keamanan air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang berbahan policarbonat (PC) yang mengandung unsur Bisfenol A (BPA). Menurutnya, hal itu sudah dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan Sentra Teknologi Polimer (STP)– BPPT Serpong.

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB itu menjelaskan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu sampel pun dari AMDK galon guna ulang yang diteliti itu mengandung BPA di atas ketentuan maskimum yang bisa membahayakan kesehatan manusia.

“Migrasi BPA dari galon guna ulang ke produk air di dalamnya itu masih seperseratus dari kadar maksimum yang diizinkan. Termasuk sampel galon yang terjemur sinar matahari, meski memang ditemukan adanya kandungan migrasi yang lebih tinggi dari yang ditempatkan di tempat yang tidak terkena matahari, namun kadarnya juga masih jauh di bawah batas maksimum yang diijinkan,” tegas Zainal.

Menurutnya, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir mengkonkumsi air dari galon isi ulang.

“Itu artinya, masyarakat yang ada di seluruh Indonesia tidak perlu kawatir untuk menggunakan air dalam kemasan galon guna ulang itu,” kata Zainal.

Meski demikian, Zainal menegaskan semua zat kimia pasti berbahaya. Tidak hanya BPA, zat-zat prekursor yang digunakan untuk membuat botol atau galon plastik PET (polyethylene terephthalate) atau sekali pakai juga sama berbahaya. Namun dalam bentuk polimer, menjadi tidak berbahaya. Yang penting tetap dijaga agar polimer tidak terurai kembali menjadi bentuk prekursornya.

"Karenanya, kemasan-kemasan itu perlu diawasi secara berkala oleh BPOM,” tutur Zainal.

Menurut Zainal, di situlah perlunya ada lembaga seperti BPOM, yang bekerja untuk mengawasi semua kemasan-kemasan pangan yang ada di pasaran. Dia mengatakan laboratorium yang digunakan BPOM untuk melakukan uji keamanan terhadap kemasan pangan itu juga sudah bersertifikat dan diakui oleh Badan Akreditasi Nasional, sama seperti laboratorium yang ada di Sentra Polimer BPPT.

“Jadi, hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium ini juga pasti akurat dan bisa dipercaya,” ucapnya.

Ia menegaskan masyarakat harus mengetahui bahwa bahan berbahaya ditambah bahan berbahaya, kalau secara kimia itu bisa menghasilkan bahan yang tidak berbahaya. Tapi, kalau pencampurannya dilakukan secara fisik, artinya tidak ada reaksi kimia yang terjadi, itu akan menjadi dua kali berbahaya. “Jadi menurut saya, masyarakat harus dikasih pengetahuan yang lengkap supaya tidak lagi takut lagi menggunakan kemasan pangan plastik yang sudah mendapat izin BPOM, sehingga hidup ini menjadi nyaman,” pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

Ist

Relief Indonesia Festival 2022 Usung Tema 'Harmoni Indonesiaku'

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 10:37 WIB
Relief Indonesia Festival 2022 ingin menyatukan para pelaku ekonomi, seni dan budaya menjadi lebih harmoni dalam berkarya serta...
ANTARA FOTO/Yudhie

Peneliti BRIN Sebut Konflik Manusia dan Satwa Liar Meningkat

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 10:16 WIB
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, konflik antara manusia dan satwa liar terus terjadi dan tidak ada tanda-tanda...
Foto/Youtube Satgas penanganan Covid-19

267 Ribu Tenaga Kesehatan Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Keempat

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 09:52 WIB
Sementara itu, tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga berjumlah 1,7 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya