Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUT Teknologi Bandung (ITB), melalui Program Studi (Prodi) Magister Teknik Air Tanah Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), bekerja sama dengan Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia (PAAI), menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Internasional Pertemuan Ilmiah PAAI ke-7 yang digelar bersamaan dengan 8th Asia-Pacific Coastal Aquifer Management Meeting (APCAMM). Kegiatan ini berlangsung pada Senin-Kamis (4-7/8) di ITB Kampus Ganesha, Bandung dan ditutup dengan kunjungan lapangan ke kawasan pesisir Jakarta.
Konferensi ini mengangkat tema “Pengelolaan Akuifer Pesisir yang Tangguh di Wilayah Tropis: Adaptasi terhadap Perubahan Iklim dan Urbanisasi”. Tema ini mencerminkan tantangan nyata yang dihadapi wilayah pesisir tropis, termasuk kenaikan muka air laut, perubahan pola curah hujan, serta tekanan akibat urbanisasi dan aktivitas manusia yang semakin intens.
Agenda ini menjadi wadah diskusi ilmiah dan kolaborasi lintas sektor, dengan melibatkan ilmuwan, akademisi, pembuat kebijakan, pelaku industri, serta mahasiswa dari berbagai negara. Sebanyak lebih dari 150 peserta dari 41 institusi turut hadir, termasuk delegasi dari Vietnam, Hong Kong, Malaysia, Australia, Brunei Darussalam, China, Belanda, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Indonesia
Dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Eksplorasi Sumber Daya Bumi sekaligus Ketua PAAI, Irwan Iskandar Selasa (6/8) menyatakan, Bandung terpilih sebagai lokasi konferensi bukan tanpa alasan. Kota ini merupakan pusat riset dan kebijakan air tanah nasional, sementara ITB menjadi salah satu institusi akademik terdepan di bidang hidrogeologi dan lingkungan.
"ITB memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berbasis interdisiplin yang menjawab persoalan nyata di lapangan. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri dan masyarakat sipil diyakini sebagai kunci menuju sistem tata kelola air tanah yang tangguh dan berkelanjutan," ungkapnya.
Menurut Irwan, selama empat hari penyelenggaraan, konferensi menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari workshop tematik pada hari pertama yang membahas pemodelan banjir pesisir, pemodelan air tanah, hingga hidrogeologi lingkungan di sektor energi dan mineral. Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi pleno, diskusi panel, presentasi makalah dan poster yang mencakup isu-isu strategis seperti dampak perubahan iklim, kualitas air tanah, pemanfaatan teknologi penginderaan jauh, hingga kebijakan pembiayaan yang mendukung keberlanjutan sumber daya air.
"Sebanyak 97 makalah dipresentasikan dalam sesi paralel, dan 10 poster ilmiah turut meramaikan suasana akademik.
Rangkaian konferensi ditutup dengan kegiatan ekskursi lapangan ke kawasan pesisir Jakarta yang difasilitasi oleh Badan Geologi," paparnya.
Dalam kunjungan ini kata Irwan, peserta diajak meninjau langsung titik-titik penurunan muka tanah, lokasi pemantauan muka laut, konservasi mangrove di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), serta diskusi strategi mitigasi berbasis bukti di wilayah pesisir yang terdampak eksploitasi air tanah. Untuk diketahui penyelenggaraan konferensi tahun ini juga bertepatan dengan peringatan 30 tahun berdirinya PAAI sejak 1995.
"Kita perlu terus menjembatani ilmu pengetahuan dengan praktik kebijakan dalam mengelola sumber daya air tanah secara berkelanjutan. Saya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan konferensi ini sebagai momentum memperkuat kerja sama lintas negara dan disiplin ilmu demi menjawab tantangan air tanah di masa depan," tuturnya.
Irwan melanjutkan, selain menjadi forum pertukaran gagasan, konferensi ini juga menghasilkan kontribusi nyata dalam bentuk publikasi ilmiah. Makalah-makalah terpilih akan diterbitkan dalam edisi khusus jurnal Riset Geologi dan Pertambangan, jurnal akses terbuka yang telah terindeks Scopus, WoS, dan SINTA-2.
"Sinergi antar pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring pengetahuan dan aksi nyata dalam pengelolaan akuifer pesisir yang lebih tangguh di masa yang akan datang," sambungnya. (H-2)
Indonesia memiliki modal besar dalam menghadapi krisis iklim global melalui ekosistem karbon biru yang melimpah, mulai dari hutan mangrove, padang lamun, hingga rawa pesisir.
Sinergi ini bertujuan untuk mendukung agenda pemerintah dalam memberdayakan nelayan pesisir sekaligus membangun budaya keselamatan di laut yang lebih kokoh.
PEMINDANGAN ikan menjadi salah satu usaha potensial di wilayah pesisir, termasuk di pesisir Tegal. Saat ini berbagai upaya tengah dilakukan untuk melakukan penguatan usaha tersebut.
Sebuah program pemberdayaan pesisir berbasis marikultur resmi dimulai di Dukuh Pailus, Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah,
Relawan Soul Community Jabodetabek menanam 100 bibit mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
BMKG terus memperkuat sistem peringatan dini terhadap potensi cuaca ekstrem dengan memperluas jaringan radar cuaca dan maritim di sejumlah wilayah Indonesia.
Fokus diskusi mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari AI, Internet of Things (IoT), smart mobility, digitalisasi rantai pasok, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Setelah miliaran tahun, JADES-ID1 akan berevolusi dari protogugus menjadi gugus galaksi masif seperti yang kita lihat jauh lebih dekat dengan Bumi.
Kombinasi identifikasi jenis dan asal-usul geografis kayu akan sangat membantu dalam kepastian legalitas pemanfaatan kayu.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Pengguna Android dapat mengunggah file melalui aplikasi Google Drive yang umumnya sudah terpasang secara bawaan.
Pemilihan Kabupaten Tuban didasari oleh karakteristik wilayah pesisir utara Jawa yang memiliki ketergantungan tinggi pada sektor pertanian dan perikanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved