Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia dinilai memerlukan mitra strategis dari kalangan perguruan tinggi dan alumni yang memiliki kompetensi di bidang riset dan teknologi. Hal tersebut disampaikan Agung Aswamedha, Direktur R&D Sangkuriang Internasional, sekaligus alumni Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2002, dalam gelaran Indo Defence Expo & Forum 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Agung Aswamedha—yang akrab disapa Atep, mengungkapkan bahwa alumni ITB memiliki peran penting dan strategis untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional melalui kontribusi riset, pengembangan teknologi, dan inovasi industri.
“Ikatan Alumni ITB memiliki potensi luar biasa untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Alumni ITB selama ini telah terbukti punya andil di banyak sektor, mulai dari industri, pendidikan, riset, hingga kebijakan publik,” ujar Atep.
Atep juga memamerkan sejumlah karya unggulan dalam pameran Indo Defence 2025, termasuk kapal selam tanpa awak antiranjau Jalarov S11 dan software sistem kendali drone VTOL yang dikembangkan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Produk tersebut menjadi contoh nyata kemitraan antara industri dan lembaga pemerintah, dengan tingkat kandungan lokal tinggi.
“Kami kembangkan sistem perangkat lunak ini bersama BRIN. Teknologi ini memungkinkan pengendalian beberapa drone sekaligus dalam satu sistem terintegrasi. Ini salah satu IP lokal tertinggi saat ini di bidangnya,” jelas Atep.
Karya tersebut mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, yang meninjau langsung paviliun tempat inovasi itu dipamerkan.
Melalui pengalamannya di dunia riset dan industri strategis nasional, Atep menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) periode 2025–2029. Ia mengusung visi sinergi alumni dan pemerintah untuk mendukung agenda nasional.
“Kami berkomitmen menjadikan IA-ITB sebagai mitra strategis yang memperkuat peran alumni dalam pembangunan. Kita perlu menyatukan kekuatan, membangun jejaring yang solid, dan bergerak seirama dengan arah pembangunan nasional,” tegasnya.
Atep juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan (keguyuban) dan sistem kepercayaan (trust system) antar alumni sebagai fondasi gerakan kolektif.
“Semua potensi alumni ITB perlu direkatkan dalam satu circle yang kuat. Dengan arah yang jelas dan sistem kepercayaan yang kokoh, kita bisa menciptakan dampak besar bersama-sama,” tambahnya.
Indo Defence 2025 menjadi panggung bagi karya dan komitmen Atep dalam menjawab tantangan teknologi nasional melalui sinergi antara dunia riset, industri, dan kebijakan. Dukungan terhadap potensi alumni menjadi salah satu strategi penting untuk memperkuat daya saing bangsa ke depan. (Z-1)
Aplikasi ini dikembangkan dengan dukungan dari Ikatan Alumni Elektro ITB (IAE ITB) dan Neural Technologies Indonesia (NTI),
Kami mengumpulkan dana yang dapat digunakan untuk mendukung upaya penanganan dan pengobatan kanker anak di Indonesia
Selain sesi talkshow, acara ini diisi berbagai kegiatan menarik, termasuk sesi painting bertajuk Ayah dan Si Kecil Berkarya.
Rektor ITB dinilai telah menjadikan mahasiswanya sebagai pasar pinjaman keuangan yang mencekik. Sebuah kebijakan yang sangat tidak manusiawi dan bahkan melanggar UUD 1945.
Sekitar 350 alumni ITB dari berbagai program studi dan angkatan menggelar Deklarasi Alumni ITB Pejuang Perubahan untuk pasangan AMIN
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved