Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERTARIKAN Wahyu Bagus Yuliantok, atau lebih dikenal Bagus, dalam berorganisasi tumbuh sejak ia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2004-2009. Saat itu, ia mengemban amanah sebagai wakil mahasiswa di Majelis Wali Amanat ITB yang menjembatani aspirasi dan kepentingan mahasiswa ke pihak universitas.
Setelah beranjak dari bangku perkuliahan, pria asal Madiun itu sempat mengabdi sebagai Asisten Riset di ITB. Kemudian ia berlabuh sebagai management trainee (MT) di Bank Mandiri pada 2010 dan ditempatkan di Sorong, Papua Barat. Ia malah senang karena dapat menyaksikan langsung keindahan alam Kepulauan Raja Ampat.
Perjalanan karier Bagus terus menanjak hingga menjadi Senior Relationship Manager of Corporate Banking di Bank Mandiri. "Saya terlibat dalam penyusunan struktur pembiayaan sindikasi beberapa proyek infrastruktur strategis, antara lain yang terbesar adalah Proyek Pembangunan LRT Jabodebek senilai Rp30 triliun. Karena performa keberhasilan tersebut, Bank Mandiri mengapresiasi saya dengan kesempatan mengikuti program Middle Management Development Program (MDP) berupa Executive Education di Ross School of Business, University of Michigan, Amerika Serikat," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/7).
Namun, semua pencapaian dan perjalanan karier tersebut tidak membuat Bagus melupakan mimpinya untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri. Pada 2017, Bagus pun mempersiapkan diri untuk mendaftar beasiswa pendidikan pascasarjana dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia berhasil lolos seleksi LPDP yang tergolong ketat dan melanjutkan pendidikan S2 di University of Melbourne, Australia, dengan jurusan Master of Management (Finance).
Setelah menyelesaikan pendidikan S2, Bagus ditempatkan di Indonesia Eximbank, salah satu Special Mission Vehicle (SMV) milik pemerintah yang fokus pada peningkatan devisa negara melalui pembiayaan ekspor. Bagus terlibat dalam penyusunan program pemerintah untuk memberikan daya saing bagi pelaku usaha berorientasi ekspor atau dikenal dengan program National Interest Account (NIA).
Lantas Bagus melihat salah satu peluang untuk mengabdi melalui organisasi awardee dan alumni LPDP, yakni Mata Garuda. Dalam pencalonannya sebagai Ketua Mata Garuda 2025-2028, Bagus mengusung visi menjadikan Mata Garuda sebagai rumah kolaborasi yang inklusif dan masif bagi awardee dan alumni LPDP untuk bergerak bersama demi mewujudkan kontribusi nyata kepada negeri. (I-2)
Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) menyelenggarakan Workshop dan Galeri Abhinaya Pemulihan Pasca Bencana Sumatra.
Mahasiswa doktoral (S3) Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Widda Rahmah, berhasil mengubah peta pemahaman dunia tentang teknologi membran pemisahan gas.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana di Kota Langsa, Provinsi Aceh, ITB mengirimkan bantuan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB, Nurlaela Arief.
Guna memberikan fleksibilitas bagi calon mahasiswa, SSU ITB dibagi menjadi dua skema seleksi.
Tahun 2025 menjadi tahun gemilang bagi reputasi akademik ITB.
ANGGOTA Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendukung wacana mengalokasikan sebagian uang hasil pengembalian korupsi sebesar Rp13 triliun ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan niat menyumbangkan uang rampasan tindak pidana korupsi untuk riset dan dana LPDP, Wamendikti Stella Chistie sebut akan prioritaskan sektor mana
Pendekatan STEM juga dipandang sesuai untuk memperkuat industri pertahanan di Tanah Air.
The Future Festival merupakan wujud kontribusi untuk meningkatkan akses masyarakat umum secara mengenai informasi untuk melakukan studi lanjutan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung berencana menghadirkan terobosan dalam program bantuan sosial bagi mahasiswa yakni Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bisa berkuliah di luar negeri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved