Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PBB pada Senin (12/7) meluncurkan draf teks pertama yang akan menjadi inti dari negosiasi KTT yang akan datang. Tujuannya melestarikan setidaknya 30% dari spesies daratan dan lautan dan sejumlah target keanekaragaman hayati lain.
Rancangan tersebut, hasil diskusi online selama berbulan-bulan, memetakan rute bagi umat manusia untuk hidup selaras dengan alam pada 2050. Tetapi kelompok-kelompok hijau menyuarakan skeptisisme bahwa teks tersebut akan bertahan dalam proses negosiasi tingkat tinggi pada KTT keanekaragaman hayati COP15, yang ditetapkan pada Oktober.
Para pegiat telah bertahun-tahun menyerukan kesepakatan global untuk menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati, mirip dengan yang ditetapkan Perjanjian Paris untuk iklim. Dengan lebih dari satu juta spesies menghadapi kepunahan dan dunia gagal memenuhi target pelestarian alam yang ada, kebutuhan kesepakatan di antara hampir 200 negara yang ambil bagian dalam pembicaraan itu mendesak.
Rancangan tersebut menguraikan 21 target dan 10 tonggak sejarah yang akan dicapai pada 2030 untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Ini termasuk memulihkan setidaknya 20% ekosistem yang terdegradasi dan memastikan bahwa kawasan liar yang ada tetap dipertahankan.
Setidaknya 30% spesies darat dan laut juga harus dilindungi melalui kawasan konservasi. Kerangka kerja ini juga menyerukan praktik pertanian dan perikanan yang lebih berkelanjutan, serta menghilangkan pembuangan limbah plastik.
"Tindakan kebijakan yang mendesak secara global, regional, dan nasional diperlukan untuk mengubah model ekonomi, sosial, dan keuangan sehingga tren yang telah memperburuk hilangnya keanekaragaman hayati akan stabil pada 2030 dengan perbaikan pada 2050," kata Kepala Keanekaragaman Hayati PBB, Elizabeth Maruma Mrema. (AFP/OL-14)
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi.
MAJELIS Umum PBB, Senin (15/12), mengadopsi resolusi yang menegaskan kembali hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.
PALESTINA menyambut baik resolusi Majelis Umum Perserikatan Banga Bangsa (PBB) yang menuntut Israel mengakhiri pembatasan terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
PELAPOR Khusus PBB untuk wilayah pendudukan Palestina, Francesca Albanese, Senin (8/12) mengecam brutalitas genosida Israel di Gaza.
LAPORAN terbaru PBB menempatkan Jakarta sebagai kota terbesar di dunia dengan populasi 41,9 juta jiwa.
OKI menekankan pentingnya pengesahan resolusi besar-besaran yang memperbarui mandat Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam
Muslimat NU dan Kementerian Lingkungan Hidup RI menandatangani MoU untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat melalui program Mustika Darling.
Kementerian LH memberikan tenggat waktu selama enam bulan bagi seluruh pengelola rest area di jalur tol untuk segera menyediakan unit pengolahan sampah mandiri yang mumpuni.
Seorang guru, Beryl Hamdi Rayhan, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendorong pendidikan lingkungan hidup menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum nasional.
Penghijauan wilayah pesisir menjadi langkah penting untuk menahan laju abrasi, memperkuat ekosistem pesisir, dan melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim.
Serangkaian bencana alam yang dipicu kerusakan lingkungan hidup harus menjadi peringatan serius bagi negara untuk memperkuat perlindungan lingkungan dalam konstitusi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved