Minggu 04 Juli 2021, 22:20 WIB

137 Bencana Alam Terjadi Sepanjang Juni 2021

Atalya Puspa | Humaniora
137 Bencana Alam Terjadi Sepanjang Juni 2021

Antara
Sebuah mobil tertimpa pohon, sesuai hujan dan angin kencang di Medan, Sumut, Senin (28/6) lalu.

 

SEBANYAK 137 bencana alam terjadi sepanjang Juni 2021. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana hidrometeorologi, seperti angin puting beliung, banjir dan tanah longsor, masih mendominasi kejadian.

Jika sebelum-sebelumnya banjir berada di peringkat pertama bencana terbanyak, maka selama Juni 2021 posisi tersebut digantikan oleh angin puting beliung.

"Jumlah kejadian tertinggi, yaitu bencana angin puting beliung sebanyak 50 kejadian, disusul tanah longsor 39 dan banjir 33. Di samping bencana tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga berlangsung sebanyak 12 kejadian dan gelombang pasang atau abrasi 1. Sedangkan bencana geologi, BNPB mencatat sebanyak 2 kali," terang Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Raditya Jati.

Sepanjang bulan lalu, BNPB mencatat sebanyak 2 warga meninggal dunia akibat bencana, yang disebabkan oleh angin puting beliung dan tanah longsor. Dari sisi korban luka, jumlah korban meninggal berjumlah 32 warga, yang disebabkan bencana hidrometeorologi.

Bencana juga mengakibatkan kerusakan material, antara lain tempat tinggal warga. Total rumah warga rusak mencapai 1.205 unit dengan rincian rusak ringan 777 unit, rusak sedang 248 dan rusak berat 163, sedangkan 17 unit masih menunggu verifikasi dari BPBD saat gempa M5,1 terjadi di wilayah Yogyakarta pada 28 Juni 2021 lalu. Pada bahaya banjir, lebih dari 15.000 rumah terendam.

Kerusakan rumah warga lebih disebabkan bencana hidrometeorologi dibandingkan geologi. BNPB mencatat gempa menyebabkan 250 unit rumah warga mengalami kerusakan, sedangkan sisanya diakibatkan bencana seperti banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.

Sementara itu, dilihat pada periode awal Januari hingga akhir Juni 2021 ini, BNPB mencatat lebih dari 1.000 kejadian bencana alam. Dari sejumlah kejadian tersebut, sebanyak 495 warga meninggal dunia, 12.865 luka-luka dan lebih dari 5 juta warga menderita akibat bencana.

"Dari sejumlah kejadian pada periode ini, bencana hidrometeorologi masih tetap mendominasi, seperti banjir, tanah longsor dan angin puting beliung," tambah Raditya.

Potensi bahaya
Memasuki Juli 2021, ia menyatakan, masyarakat masih dihadapkan pada potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang dan banjir. Pada awal bulan ini, Pusdalops BNPB mendapatkan informasi mengenai dampak angin kencang di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat.

Fenomena cuaca yang terjadi pada Kamis (1/7), pukul 14.15 telah berdampak pada beberapa keluarga. Belum lagi akibat faktor geologi, potensi bahaya gempa bumi dapat terjadi setiap saat.

"BNPB selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya bencana alam yang terjadi. Apalagi saat ini masih terjadi penyebaran covid-19, pandemi ini perlu mendapatkan perhatian serius masyarakat, khususnya mereka yang juga terdampak pada bencana alam," pungkasnya. (H-2)

Baca Juga

dok.Unas

Ada 2.710 Mahasiswa Baru Unas Ikuti PLBA secara Daring

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 September 2021, 16:00 WIB
Sebanyak 2.710 mahasiswa baru Unas mengikuti Pengenalan Lingkungan dan Budaya Akademik (PLBA) secara...
ANTARA/Adiwinata Solihin

Disdik DKI Pastikan Rencana PTM di 1.500 Sekolah Jalan Terus

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 24 September 2021, 15:51 WIB
Kasubbag Humas Disdik DKI Jakarta, Taga Radja, menegaskan saat ini proses asesmen untuk pembukaan sekolah tatap muka di kurang lebih 890...
Antara

Terima Aduan 19 Ribu Guru Honorer, PGRI Desak Perbaikan Sistem Rekrutmen PPPK

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 24 September 2021, 15:45 WIB
PENGURUS Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menerima sekitar 19.752 aduan dari para guru honorer dari berbagai daerah di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya