Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
APLIKASI pendidikan gratis di Indonesia, Aku Pintar, meraih top 5 aplikasi belajar yang paling sering digunakan oleh para siswa. Aku Pintar menjadi referensi utama para siswa sebagai tempat mencari informasi perguruan tinggi serta latihan soal (try out) untuk persiapan memasuki pendidikan tinggi.
Data tersebut berdasarkan Survei Perilaku Siswa dalam Pemilihan Jurusan Pendidikan yang dilakukan oleh Aku Pintar dan Katadata Insight Center pada 20-29 Maret 2021. Survei ini mengambil sampel 1.153 siswa usia 15-18 tahun yang berasal dari 32 provinsi di Indonesia. Siswa yang disurvei berasal dari sekolah negeri (68,4%) dan swasta (31,6%) terdiri dari 49,4% laki-laki dan 50,6% perempuan.
Co Founder dan CEO Aku Pintar, Lutvianto Pebri Handoko, mengungkapkan sejak awal pihaknya berkomitmen menyediakan serangkaian fitur bagi siswa SMP dan SMA/SMK yang dapat membantu mereka untuk lebih mengenal diri serta meningkatkan kemampuan dan pengetahuan sehingga mampu memilih jurusan serta karier yang tepat di masa depan.
"Masa depan anak sangat berharga. Pemilihan sekolah dan jurusan menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan karier dan masa depan. Oleh karena itu, Aku Pintar menyediakan beragam fitur secara gratis mulai dari rangkaian tes minat, bakat, dan penjurusan, materi pembelajaran sampai informasi mengenai SMA dan kampus. Semua ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempermudah mereka dalam menentukan jurusan dan karier yang tepat," ujar Pebri dalam keterangan resmi, Rabu (23/6).
Dari survei tersebut diketahui juga bahwa para siswa menggunakan aplikasi pendidikan digunakan untuk mencari kunci jawaban, mengakses materi pelajaran, dan konsultasi mata pelajaran. Sebelum memilih jurusan di perguruan tinggi, siswa biasanya mengumpulkan informasi terlebih dahulu. Umumnya, siswa mencari informasi ini di media sosial (73%), website perguruan tinggi (54,6%), alumni (37,3%), dan aplikasi pendidikan (34,7%).
Terkait jurusan, Teknik menjadi pilihan favorit pelajar yang akan menempuh jenjang pendidikan tinggi. Teknik berada di urutan pertama dipilih oleh 16,2% siswa, berikutnya Pendidikan/Keguruan (7,4%), Kedokteran (7,3%), Manajemen (6,3%), dan Akuntansi (5,9%).
Selain menempatkan Teknik sebagai jurusan favorit, hasil survei juga menunjukkan bahwa universitas yang paling diincar umumnya kampus negeri (81,5%). Universitas Gajah Mada menjadi yang paling diburu dan dipilih oleh 13,4% responden. Diikuti Universitas Indonesia (7,8%), Institut Teknologi Bandung (3,9%), Universitas Padjadjaran (3,8%), Universitas Airlangga (2,9%), Universitas Brawijaya (2,7%), dan lainnya.
Menurut Panel ahli Katadata Insight Center, Mulya Amri, ada banyak faktor yang memengaruhi seorang siswa dalam memilih jurusan di perguruan tinggi. Sebanyak 64% siswa mengutamakan mengejar jurusan yang diminati, 42% memilih karena reputasi perguruan tinggi yang baik, 29,7% berdasarkan ketersediaan beasiswa, dan 25,7% karena pilihan orangtua.
"Ketika ditanyakan jika pilihannya berbeda dengan orangtua, siswa pun tak langsung buru-buru mengikuti pilihan orangtuanya. Umumnya mereka mengatakan akan berusaha mencari jalan tengah antara pilihanya dan orangtua. Sebagian lainnya bahkan langsung mengatakan akan memilih sendiri," ujar Mulya.
Survei ini juga menemukan pola perilaku pelajar Gen Z dalam menentukan pilihan studi dan masa depan pendidikannya. Bagi generasi Z, teman lebih berpengaruh dibanding orangtua. Sebanyak 73,4% lebih responden mengatakan sering berkonsultasi dengan sahabat atau temannya mengenai studi. Sisanya, 26,6% memilih berkonsultasi dengan orangtua.
Data tersebut juga selaras dengan survei mengenai pengalaman siswa dalam memilih jurusan di sekolah menengah. Lebih dari 72% pelajar mengatakan jurusan yang mereka pilih saat ini sesuai minat mereka. Hanya 20,6% pelajar yang mengatakan jurusan saat ini pilihan orangtua. Secara umum, siswa merasa jurusan pilihannya di pendidikan menengah sudah sesuai dengan keinginannya. (OL-14)
Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan.
Dalam satu waktu, tidak jarang sebuah universitas mengukuhkan tiga, lima, bahkan tujuh guru besar sekaligus.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), saat ini terdapat hampir 10 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah mendorong kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi semikonduktor.
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Perguruan tinggi sebagai pengampu pendidikan tinggi disebut harus bisa melakukan berbagai terobosan dan penguataan kelembagaan agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Sebuah studi terhadap siswa di Indonesia mengungkapkan bahwa 75% responden merasa lebih termotivasi saat belajar melalui pendekatan gamifikasi.
Momentum Ramadan merupakan periode paling krusial bagi industri aplikasi gaya hidup Muslim.
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Bagi pengguna iPhone yang belum sempat melakukan update ke versi 26.2, pembaruan ini akan digabungkan (bundled) sehingga Anda langsung mendapatkan seluruh fitur baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved