Rabu 23 Juni 2021, 16:15 WIB

Pemerintah Larang Salat Idul Adha di Zona Merah dan Oranye

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Pemerintah Larang Salat Idul Adha di Zona Merah dan Oranye

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

 

KEMENTERIAN Agama menerbitkan edaran tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Salat Iduladha 1442 H/2021 M dan pelaksanaan qurban di masa pandemi Covid-19.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama, SE. 15 Tahun 2021.

"Untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Salat Idul adha dan pelaksanaan qurban 1442 H," terang Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (23/6).

Menurutnya, edaran ini dimaksudkan sebagai panduan dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada semua zona risiko penyebaran Covid- 19.

"Ini diterapkan dalam rangka melindungi masyarakat," jelasnya.

Edaran ini ditujukan kepada jajaran Ditjen Bimas Islam, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kab/Kota, Kepala KUA Kecamatan, pimpinan Ormas Islam, pengurus masjid dan musala, panitia peringatan hari besar Islam, serta masyarakat muslim di seluruh Indonesia.

Sekretaris Jendral PP Muhammadiyah , Abdul Mu'ti juga turut mendukung keputusan Kemenag dalam hal pembatasan kegiatan di dalam rumah ibadah dan solat idul adha di zona merah ditiadakan.

Ia mengatakan, wabah ini masalah bersama yang harus diselesaikan bersama. Ia meminta kepada masyarakat agar tidak mencari kambing hitam ketika pemerintah menyatakan Indonesia darurat covid-19.

"Mari kita tingkatkan disiplin, patuhi prokes, kegiatan yang tidak mendesak sebaiknya ditunda, jika di lapangan, masjid atau mushola tidak memungkinkan, shalat bisa di tunaikan di rumah," Dikutip dari unggahannya di sosial media twitter.

Baca juga: Taiwan akan Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Juli

Berikut ketentuan edaran SE. 15 tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Hari Raya Iduladha dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M:

1. Malam Takbiran menyambut Hari Raya Iduladha pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid/musala, dengan ketentuan

sebagai berikut:

a. Dilaksanakan secara terbatas, paling banyak 10% dari kapasitas masjid/musala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

b. Kegiatan Takbir Keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan.

c. Kegiatan Takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid/ musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid/musala.

2. Salat Hari Raya Iduladha 10 Zulhijjah 1442 H/2021 M di lapangan terbuka atau di masjid/musala pada daerah Zona Merah dan Oranye ditiadakan;

3. Salat Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah 1442 H/2021 M dapat diadakan di lapangan terbuka atau di masjid/musala hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 atau di luar zona merah dan oranye, berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat;

4. Dalam hal Salat Hari Raya Iduladha dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid, sebagaimana dimaksud pada angka 3, wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Salat Hari Raya Iduladha dilaksanakan sesuai dengan rukun

salat dan penyampaian Khutbah Iduladha secara singkat, paling lama 15 menit.

b. Jemaah Salat Hari Raya Iduladha yang hadir paling banyak 50% dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah;

c. Panitia Salat Hari Raya Iduladha diwajibkan menggunakan alat pengecek suhu tubuh dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir;

d. Bagi lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, dilarang mengikuti Salat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala;

e. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker dan menjaga jarak selama pelaksanaan Salat Hari Raya IduIadha sampai selesai;

f. Setiap jemaah membawa perlengkapan salat masing-masing, seperti sajadah, mukena, dan lain-lain.

g. Khatib diharuskan menggunakan masker dan faceshield pada saat menyampaikan khutbah Salat Hari Raya Iduladha;

h. Seusai pelaksanaan Salat Hari Raya Iduladha, jemaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

5. Pelaksanaan qurban agar memerhatikan ketentuan sebagai berikut:

a. Penyembelihan hewan qurban berlangsung dalam waktu tiga hari,

tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan qurban.

b. Pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan

Hewan Ruminasia (RPH-R). Dalam

hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R pemotongan

hewan qurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat.

c. Kegiatan penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging qurban kepada warga masyarakat yang berhak menerima, wajib memerhatikan penerapan protokol

kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian.

d. Kegiatan pemotongan hewan qurban hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan qurban dan disaksikan oleh orang yang berkurban.

e. Pendistribusian daging qurban

dilakukan langsung oleh panitia kepada warga di ternpat tinggal masing-masing dengan

meminimalkan kontak fisik satu sama lain.

6. Panitia Hari Besar Islam/Panitia Salat Hari Raya Iduladha

sebelum menggelar Salat Hari Raya Iduladha di lapangan terbuka atau masjid/musala wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman, dan terkendali;

7. Dalam hal terjadi perkembangan ekstrim Covid-19, seperti terdapat

peningkatan yang signifikan angka positif Covid-19, adanya mutasi varian baru Covid-19 di suatu daerah, pelaksanaan Surat Edaran ini disesuaikan dengan kondisi setempat. (OL-4)

Baca Juga

MI/Ramdani

Agustus, Kunjungan Wisman ke RI Capai 510,2 Ribu

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 03 Oktober 2022, 15:42 WIB
Secara kumulatif dalam periode Januari-Agustus 2022, BPS mencatat sebanyak 1,73 wisatawan mancanegara telah berkunjung ke...
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

DPR Minta Kemenkes Penuhi Janji Pengadaan Vaksin Meningitis di Awal Oktober

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 03 Oktober 2022, 15:37 WIB
"Sebab sudah masuk laporan, ratusan calon jemaah umrah di berbagai kota gagal berangkat karena belum bisa mendapatkan vaksin...
Ist

Sapa Raja Hotels Group Gelar Sales Conference & Media Agent Gathering

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 15:03 WIB
Raja Hotels Group merupakan salah satu manajemen Hotel yang menaungi 42 properti hotel, vila, resort, water boom and guest house...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya