Minggu 20 Juni 2021, 09:45 WIB

PJJ tidak Bisa Diterapkan di Semua Daerah

Lidya Tannia Bangguna | Humaniora
PJJ tidak Bisa Diterapkan di Semua Daerah

ANTARA/Raisan Al Farisi
Relawan dari Sekolah Ra'jat Inggit Garnasih memberikan materi pelajaran kepada siswa Sekolah Dasar di Lio Genteng, Bandung, Jawa Barat.

 

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas, Mei lalu.

Namun, salah satu syarat dibuka kembali sekolah tatap muka adalah semua tenaga pendidik sudah menerima vaksin.

Nadiem telah mencanangkan 5,6 juta guru sudah divaksin sampai Juli. Akan tetapi, sampai saat ini, baru 1,57 juta guru yang telah divaksin.

Baca juga: Universitas Indonesia Kukuhkan 4 Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya

Hal ini menimbulkan pro kontra dalam masyarakat apakah sekolah tatap muka sudah bisa diterapkan atau belum.

Menurut dr. Tirta Mandira Hudhi, dalam Webinar Dialog #1 yang diadakan Bahas Apa, dilema PTM menimbulkan polarisasi terutama di kalangan wali murid.

Wali murid yang tidak setuju dengan adanya PTM, memiliki kekhawatiran anak mereka terpapar covid-19. Sedangkan wali murid yang setuju, biasanya mereka adalah orangtua yang memiliki anak di usia emas yang membutuhkan interaksi dengan orang lain.

Di sisi lain, pembelajaran jarak jauh (PJJ) juga tidak dapat diakses secara maksimal di semua daerah di Indonesia.

Sambil mengutip penyataan Bank Dunia, Satriwan Salim, Koordinator Nasional P2G, mengatakan Indonesia memiliki kesenjangan digital yang cukup tinggi antara daerah di Pulau Jawa dan daerah di luar Pulau Jawa.

Sehingga, menurut Salim, penerapan PJJ tidak dapat diberlakukan di semua daerah di Indonesia.

Mereka yang berada jauh dari Pulau Jawa dan yang berada di daerah pedalaman tidak dapat mengakses pembelajaran secara daring karena tidak adanya akses internet dan gadget.

Menurut keterangan Salim dari survei yang ia lakukan, mereka (siswa yang ada di daerah pedalaman) lebih memilih membantu orangtua di ladang daripada mengikuti sekolah daring karena kesulitan mengakses internet.

Ia pun mengambil contoh di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Di sana kondisinya sudah relatif aman, angka infeksi covid-19 relatif rendah, namun sulit mendapatkan akses ke internet. Sehingga, menurutnya, menerapkan PJJ cukup sulit.

"Harusnya ada tawar menawar dan bergantung pada pemetaan daerah tersebut," ujarnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Mahfud MD : Peran Tokoh Agama Penting dalam Percepatan Vaksinasi

👤Mediaindoensia.com 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 02:30 WIB
"Kita perlu dukungan dan perantara alim ulama, pengasuh pondok pesantren, pimpinan agama untuk mendukung peningkatan implementasi...
Dok. Pribadi

Tinjau Sentra Vaksinasi PL, Menkes Apresiasi Peran Serta Masyarakat di Program Vaksin

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 02:15 WIB
Sentra Vaksinasi PL merupakan inisiatif Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta bekerjasama dengan RS Gandaria & Komunitas Dokter PL...
Dok. Pribadi

Menkominfo Harapkan STMM Yogyakarta Hasilkan SDM Digital Berkualitas

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 01:30 WIB
Keberadaan SDM bertalenta digital menurut Johnny menjadi bagian penting dalam menjawab kemajuan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya