Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER masih menjadi salah satu penyakit yang menyumbang angkat kematian tertinggi di Tanah Air. Seperti dilansir dari Global Burden of Cancer Study (Globocan) kasus penyakit kanker di Indonesia terdapat 18,1 juta dalam kurun waktu dua tahun terakhir dengan kasus kematian 9,6 juta.
Angka itu membuat Indonesia berada di urutan ke-8 kasus penyakit kanker di Asia Tenggara. Menurut data Kementerian Kesehatan, kasus kanker terbanyak adalah kanker paru, kanker hati, kanker payudara dan kanker leher rahim.
Baca juga: Kematian Tinggi, Kanker Paru Harus Menjadi Prioritas Nasional
Para penderita kanker biasanya menjalani kemoterapi. Salah satu efek samping dari cara pengobatan kemoterapi adalah kerontokan rambut. Kerontokan rambut terjadi tergantung pada dosis atau jenis kemoterapi yang didapat. Hal ini menjadi kepedulian bagi brand perawatan rambut, Natur Hair Care.
Untuk itu melalui program Share and Care, Natur Hair Care mengajak Teman Natur di Instagram memposting produk mereka senilai Rp50,000,- yang artinya sudah menyumbang untuk pembuatan rambut palsu.
“Kami berterima-kasih atas kerjasama yang sudah berlangsung ini. Hal ini menjadi bentuk kepedulian bagi anak-anak milenial terhadap pasien kanker di Indonesia,” ujar Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Aru.
Dengan canggihnya teknologi saat ini, donasi bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah dengan #ShareandCare. Dalam pertemuan tersebut juga dijelaskan bahwa kanker tidak hanya ada satu macam saja tetapi juga ada berbagai macam.
“Kanker dampaknya bukan hari ini kena dan besok langsung sakit, tetapi adalah sebuah kebiasaan yang terbentuk akibat pola hidup 10-15 tahun. Apa yang kita konsumsi, polusi dan banyak faktor lainnya jadi penyebab timbulnya kanker,” ujar Humas dari Yayasan Kanker Indonesia, Pratiwi.
“90% kejadian kanker itu karena environment sedangkan keturunan hanya 10%. Faktornya dari kebiasaan dan pola hidup,” sambut Prof. Aru.
YKI juga mengajak anak-anak muda untuk mulai aware dengan kanker sejak dini. Mulai dengan gaya hidup yang Natur-al, mengurangi makan-makanan instan dan berolahraga secara rutin. Selain itu, YKI juga mengajak anak-anak muda bisa mulai membantu para penderita kanker di Indonesia dengan aktif membantu program-program yang dijalankan YKI. (RO/A-1)
Kenali Biograph Vision Quadra, teknologi PET/CT scan revolusioner untuk deteksi kanker akurat, radiasi rendah, dan proses cepat hanya 4 menit.
Gaya hidup berpengaruh terhadap risiko kanker payudara karena penyakit ini berkaitan erat dengan faktor hormonal.
Peneliti Universitas Jenewa mengungkap bagaimana tumor memprogram ulang neutrofil, sel pertahanan utama tubuh, menjadi pemicu pertumbuhan kanker melalui molekul CCL3.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved