Selasa 15 Juni 2021, 21:11 WIB

Bio Farma: Pakai yang Ada, Jangan Tunggu Vaksin Lain

Nur Azizah | Humaniora
Bio Farma: Pakai yang Ada, Jangan Tunggu Vaksin Lain

Antara
Ilustrasi

 

JURU bicara vaksinasi PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan masyarakat harus memanfaatkan vaksin yang tiba di Indonesia. Masyarakat tidak bisa menunggu mereka vaksin tertentu.

"Indonesia ini kan sudah berjuang mencari vaksin untuk mendapatkan akses dari mana pun. Jadi, kita enggak bisa berharap menunggu vaksin C dulu," kata Bambang secara virtual, Jakarta, Selasa (15/6).

Bambang mengatakan tak mudah mendapatkan vaksin covid-19. Semua negara berebut barang yang sama sementara produsen vaksin terbatas.

Baca juga : Warga yang Sudah Divaksinasi bisa Diulang lagi

"Kita sudah mendapatkan akses yang begitu sulit, vaksin A sudah tersedia, langsung manfaatkan, jangan malah menunggu yang tidak ada," ucapnya.

Bambang mengatakan tidak semua produsen vaksin bisa memenuhi permintaan suatu negara. Sebab, produksi vaksin terbatas.

"Pakai yang ada saja untuk mempercepat herd immunity," ujar dia.

Bambang memastikan pemerintah terus berusaha mencari vaksin.

 "Kami mencari tidak hanya satu, dua penyedia tapi dari berbagai penyedia," kata Bambang.  (OL-2)

 

 

Baca Juga

dok.pribadi

Perempuan Bangsa Lakukan Penguatan Program Perempuan Hadapi Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Juli 2021, 20:06 WIB
PERAN perempuan pada masa Pandemi Covid-19 cukup berat dan memiliki tantangan tersendiri, terlebih pada gelombang kedua pandemi yang saat...
DOK Humas UNJ

Raih Akreditasi A, Program PPG UNJ Dituntut Pertahankan Mutu

👤Widhoroso 🕔Minggu 25 Juli 2021, 20:04 WIB
PROGRAM Profesi pada Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional...
Dok. Biro Setpres

PPKM Level 4 Dilanjutkan, Jokowi: Ada Penyesuaian 

👤Andhika Prasetyo 🕔Minggu 25 Juli 2021, 20:00 WIB
Pada periode terbaru PPKM ini, pemerintah melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas untuk mendukung perekonomian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pegasus Spyware, Senjata Pembungkam Wartawan

 Konsorsium media internasional bersama Amnesty International melaporkan lebih dari 50 ribu nomor telepon menjadi target spyware Pegasus.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya