Kamis 10 Juni 2021, 19:25 WIB

Kemenkes Targetkan Pengendalian Kasus Dengue hingga 2030 

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Kemenkes Targetkan Pengendalian Kasus Dengue hingga 2030 

Antara
Petugas melakukan fogging di Kelurahan Ketami, Kediri, untuk mencegah demam berdarah.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan target upaya menekan laju kasus penyakit dengue di Indonesia kurang dari 37 per 100 ribu penduduk pada 2030 mendatang.

"Sasarannya mengurangi angka kematian hingga 0,2% dan mengurangi jumlah kasus baru atau insiden rate nasional kurang dari 37 per 100 ribu penduduk pada 2030," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Didik Budijanto dalam temu virtual, Kamis (10/6).

Pemerintah sejauh ini memiliki 3 strategi utama dalam pengendalian kasus dengue. Rinciannya, pengendalian vektor, peningkatan surveilens dan deteksi dini, serta tata kelola kasus. Namun, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda.

Baca juga: Gejala DBD dan Covid-19 Mirip

"Misalnya pengendalian vektor yang harus memberdayakan masyarakat. Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan Pemberantasan Sarang Nyamuk belum menjadi budaya di masyarakat," jelas Didik.

Tim pakar juga merumuskan masalah anggaran yang sudah diterjemahkan dalam operasional terintegrasi. Itu dengan dana subsidi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Dana Desa, yang disatukan dengan komitmen pemerintah pusat dan daerah.

"Pembahasan draft aturan baru juga melengkapi strategi pemerintah dalam upaya penanggulangan dengue. Seperti, penguatan sistem surveilans dan manajemen kejadian luar biasa, serta penguatan tata laksana dengue yang komprehensif," imbuhnya.

Pihaknya berharap adanya peningkatan partisipasi dan kemandirian masyarakat, penguatan komitmen pemerintah pusat dan daerah, berikut partisipasi mitra dan multisektor. "Pengembangan kajian, penelitian dan inovasi sebagai dasar penetapan kebijakan berbasis bukti. Sehingga, bagaimana strategi itu terimplementasi dengan bagus," terang Didik.

Baca juga: Pemerintah Teliti Sampel Varian Covid-19 di Kudus dan Bangkalan

Selain mewaspadai penularan covid-19, masyarakat juga diminta waspada terhadap penyebaran penyakit dengue. Ahli infeksi dan pediatri tropik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) Mulya Rahma Karyanti menenkankan secara khusus gejala dengue pada anak ditandai dengan panas akut secara mendadak. Serta, memiliki ruam memerah yang khas pada wajah anak.

"Untuk covid-19 tidak mengakibatkan wajah anak memerah yang khas. Dominan dengue seperti demam, sakit kepala dan batuk, serta pileknya lebih ringan dibandingkan covid-19," kata Mulya.

Dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu menambahkan bahwa dengue juga menimbulkan muntah dan sakit perut. Sedangkan demam pada covid-19 terjadi dalam kurun waktu 5-7 hari, yang disertai batuk dan pilek. Namun, dia mengingatkan penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini dapat menjangkit segala usia, tidak hanya anak-anak.(OL-11)

 

 

Baca Juga

DOK GSM

Pengelolaan Anggaran Pendidikan Harus Diubah

👤Widhoroso 🕔Jumat 25 Juni 2021, 01:08 WIB
Salah satu penyebab kebocoran anggaran pendidikan adalah pengelolaan pendidikan yang teknokratis dan cenderung...
Antara

Cegah Stunting, Pemprov Kepri Sosialisasi Gerakan Makan Ikan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 23:55 WIB
Kasus stunting di Kepri paling banyak tersebar di Kota Batam, sekitar 3.000...
MI/Ardi T hardi

PP Muhammadiyah Ingatkan Covid-19 Meningkat, Semua Agar Waspada

👤Ardi T hardi 🕔Kamis 24 Juni 2021, 23:50 WIB
KETUA Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, keadaan pandemi Covid-19 sangat memprihatinkan dan perlu semakin waspada bagi semua...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Talenta Muda Curi Perhatian

PIALA Eropa 2020 dipastikan telah menjadi ajang kemunculan pemain-pemain muda yang punya kemampuan mengejutkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya