Selasa 08 Juni 2021, 21:16 WIB

Tidak Hanya untuk Melancarkan Asi, Ini 5 Khasiat Daun Katuk

Fetry Wuryasti | Humaniora
Tidak Hanya untuk Melancarkan Asi, Ini 5 Khasiat Daun Katuk

FOTO ANTARA/Jafkhairi/
Petani mengikat daun Katuk

 

MANFAAT daun katuk paling populer adalah sebagai pelancar ASI tradisional. Berkat manfaatnya tersebut, tak sedikit ibu menyusui yang kerap mengkonsumsi daun ini.

Sebab produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Sebuah penelitian menyatakan bahwa daun katuk terbukti dapat meningkatkan jumlah kedua hormon tersebut di dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan produksi ASI.

Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (8/6), selain melancarkan produksi ASI, masih banyak manfaat daun katuk lainnya bagi kesehatan.

Daun katuk (Sauropus androgynous) dapat dikenali dari daunnya yang berbentuk kecil dan berwarna hijau gelap, disertai corak keperakan di bagian tengahnya.

Oleh masyarakat Indonesia, daun katuk biasa diolah menjadi campuran bahan masakan atau dikonsumsi langsung sebagai lalap. Daun katuk juga dapat dikonsumsi sebagai teh herbal dan suplemen.

Di dalam 100 gram daun katuk, terkandung variasi nutrisi, seperti sekitar 35 kalori, 5–7 gram protein, 1gram lemak, lalu 1,8–2 gram serat dan 250 miligram vitamin C.

Tidak hanya itu, nutrisi lain yang juga ada di dalam 100 gram katuk termasuk 190 miligram folat, 1 miligram zinc, 45 miligram kalium, 120 miligram magnesium, 170 miligram kalsium dan 2,7 miligram zat besi.

Baca juga: Awas, TikTok Challenge ini Bisa Bahayakan Jantung

Daun katuk juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, dan beragam antioksidan, seperti polifenol, flavonoid, lutein, dan zeaxanthin.

Berkat kandungan nutrisi, antioksidan, dan berbagai zat di dalamnya, daun katuk memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh, yaitu

1. Menurunkan kadar gula darah

Beberapa riset menunjukkan bahwa salah satu manfaat daun katuk adalah menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil. Dengan demikian, daun katuk baik dikonsumsi untuk melindungi tubuh dari risiko diabetes

2. Mencegah obesitas

Obesitas adalah masalah kesehatan ketika penderitanya memiliki berat badan berlebih, akibat penumpukan jaringan lemak di dalam tubuh.

Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak daun katuk dipercaya dapat mengurangi pembentukan jaringan lemak, sehingga baik untuk mencegah obesitas. Sayangnya, manfaat daun katuk ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

3. Menyembuhkan luka

Ekstrak daun katuk mengandung antioksidan serta efek antiradang dan antibakteri. Berkat efek tersebut, ekstrak daun katuk diyakini dapat mempercepat proses pemulihan dan penyembuhan luka.

Baca juga: Enam Manfaat Daun Pepaya Menjaga Kesehatan dan Obati Penyakit

4. Mengatasi peradangan

Daun katuk mengandung zat anti radang yang dapat mengurangi peradangan. Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera dan akan membaik dengan sendirinya.

Meski demikian, peradangan terkadang bisa terjadi dalam waktu lama. Seiring waktu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan kanker.

5. Meningkatkan daya tahan tubuh

Daun katuk mengandung banyak vitamin C, vitamin A, dan antioksidan yang baik untuk memperkuat daya tahan tubuh. Tak hanya itu, beberapa riset juga menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

Daun katuk memang menyimpan beragam manfaat yang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, efektivitas dan tingkat keamanan daun katuk sebagai suplemen atau obat hingga saat ini masih perlu diteliti lebih lanjut. (OL-4)

Baca Juga

pbs.org

Jumlah Aduan Kekerasan Perempuan dan Anak di Kaltim Capai 1.386

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:55 WIB
Rincian kejadian kekerasan sebanyak ini berasal dari tahun 2019 sebanyak 629 pengaduan, tahun 2020 ada 612 pengaduan, dan hingga 11 Juni...
Ilustrasi

Imbas Mudik, Enam Provinsi di Jawa Dominasi Lonjakan Kasus Covid-19

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:44 WIB
Di lain sisi, ada sejumlah provinsi telah mengalami penurunan kasus dalam sepekan terakhir. Capaian itu harus terus dipertahankan dan...
Antara

Bio Farma: Pakai yang Ada, Jangan Tunggu Vaksin Lain

👤Nur Azizah 🕔Selasa 15 Juni 2021, 21:11 WIB
"Indonesia ini kan sudah berjuang mencari vaksin untuk mendapatkan akses dari mana pun. Jadi, kita enggak bisa berharap menunggu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya