Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim pengembangan vaksin covid-19 Universitas Indonesia (UI) menargetkan uji klinis vaksin dapat dilaksanakan pada awal tahun 2022.
"Saat ini kami sepakat agar uji klinis fase I paling cepat baru dimulai di awal tahun 2022, demi pemenuhan standar safety dan efikasi yang disyaratkan Badan POM," ungkap Koordinator dan Peneliti Vaksin Covid-19 UI Budiman Bela kepada Media Indonesia, Kamis (3/6).
Saat ini, lanjutnya pengembangan vaksin masih dalam proses alih teknologi ke industri. Tahapan tersebut dinilai cukup rumit, sehingga tidak akan kelihatan signifikan progresnya dan memerlukan pembentukan sistem yang menyatukan tim periset dengan tim produksi di perusahaan industri vaksin.
Baca juga: Ketua Satgas Pastikan Penerapan 3M Berjalan Optimal
Menurut Budiman, Indonesia secara umum belum terlalu berpengalaman dalam hilirisasi produk riset di bidang life science. Lantas memerlukan waktu untuk membentuk sistem dan menyediakan berbagai perangkat yang diperlukan untuk hilirisasi.
"Ini tentunya bukan hanya dari sisi teknologi di bidang industri vaksin, tapi juga dalam manajemen business dan manajemen R&D," imbuhnya.
Selain itu, secara internal UI juga perlu merapihkan berbagai sistem dan alur kerjasama lintas unit. Agar semua dukungan yang dibutuhkan untuk kegiatan vaksin Merah Putih di UI dapat terlaksana sesuai dengan aturan yang berlaku, khususnya dalam hal akuntabilitas tatakelola dan keuangan.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa sebelum tahap uji klinis tentunya harus sudah terjadi produksi di fasilitas GMP pihak industri vaksin untuk digunakan dalam uji praklinis pada hewan coba. Hal itu sedang upayakan agar dapat terlaksana dalam tahun ini.
Baca juga: Keselamatan, Faktor Utama Pembatalan Jemaah Haji Indonesia
"Untuk uji pada hewan coba antara lain memerlukan fasilitas BSL-3. Disini kami akan meminjam fasilitas yang tersedia di institusi lain. Juga akan bekerjasama dengan tim peneliti dari institusi lain, misalnya IPB untuk uji coba pada hewan primata," terangnya.
Adapun, Budiman membeberkan bahwa selama proses pengembangan vaksin ada banyak kendala. Hal itu yang sedang satu persatu sedang diselesaikan.
Kendala pertama, yakni keterbatasan fasilitas penelitian dan solusinya harus bekerjasama lintas institusi penelitian. Kemudian, pihak industri pun belum berpengalaman dalam teknologi vaksin yang sedang dikembangkan oleh UI. Dan solusinya adalah dengan memberikan penjelasan mengenai teknologi vaksin yang sedang dikembangkan UI dan segera membentuk tim alih teknologi dari laboratorium penelitian ke fasiltias produksi.
Di samping itu, diperlukan juga pendanaan dalam berbagai penelitian hilirisasi dan solusinya harus mendapatkan investor dari dalam negeri. Demikian dengan peralatan-peralatan tertentu yang belum tersedia di Indonesia.
Pihaknya pun membutuhkan tambahan tenaga peneliti dan perekayasan dengan kompetensi tertentu. Sehingga harus melakukan pelatihan dan mengupayakan pembiayaan SDM dari investor dalam negeri.
"Selama ini Badan POM sangat membantu dalam memberikan berbagai pelatihan dan pedoman untuk kami penuhi persyaratannya. Jadi tim kami menggunakan pedoman tersebut untuk melakukan perencanaan berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan. Semua ada solusinya bila kita tidak menyerah," tutupnya.(H-3)
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
UNESCO memberikan dukungan agar inovasi ini dijadikan lembaga yg profesional dan mampu menjalankan layanan sertifikasi dan publikasi setiap karya dari para anggotanya.
Penghargaan diberikan kepada dosen yang secara mandiri maupun tim memperoleh hibah penelitian internal atau eksternal, hak paten atau kekayaan intelektual.
Skema-skema pendanaan ini terbuka untuk berbagai disiplin ilmu dan sektor, mulai dari riset dasar hingga komersialisasi hasil inovasi.
ATSIRI Research Center (ARC) meraih Juara 1 di ajang Global Innovation Awards 2024 yang dilaksanakan oleh GIMI (Global Innovation Management Institute) di Barcelona, Spanyol.
Diana terpilih menjadi highlight dalam IFS annual report 2023 dari sejumlah 8000 peneliti yang berasal dari 105 negara yang mendapat hibah riset dari IFS.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved