Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut baik validasi penggunaan darurat (emergency use) vaksin Sinovac dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Diketahui, WHO telah memvalidasi penggunaan darurat melalui siaran pers pada Selasa (1/6) kemarin. Hal ini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia hanya mengadakan vaksin covid-19 yang aman, teruji mutu dan terbukti khasiatnya.
“Kami selaku pemerintah Indonesia, menyambut baik validasi emergency use vaksin Sinovac,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Rabu (2/5).
Baca juga: Vaksin Sinovac Akhirnya dapat Izin WHO
Validasi ini menandakan bahwa vaksin covid-19 yang disediakan pemerintah merupakan vaksin terbaik. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan berbagai jenis vaksin, karena semua jenis vaksin bertujuan mencegah penularan covid-19. Serta, telah melalui uji kualitas, keamanan dan efikasi.
“Masyarakat dimohon jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang diberikan pemerintah adalah vaksin terbaik dan sudah teruji keamanannya,” imbuh Budi.
Pihaknya meyakini bahwa WHO telah memastikan vaksin Sinovac sudah memenuhi standar internasional untuk keamanan, efikasi dan pembuatan. Mengingat, vaksin tersebut sudah melewati uji klinis tahap ketiga dan digunakan lebih dari 20 negara.
Baca juga: Ini Solusi Atasi Mutasi Varian Baru Covid-19
Dengan begitu, vaksin Sinovac mempunyai dampak melindungi dan menyelamatkan nyawa. Riset juga membuktikan vaksin covid-19 mampu mencegah kematian dan mencegah sakit parah yang berujung perawatan darurat.
Seperti diutarakan Direktur Jenderal WHO, bahwa penambahan Sinovac dalam Daftar Penggunaan Darurat (EUL) akan semakin membuka kesetaraan akses terhadap vaksin covid-19. Vaksin Sinovac juga dapat diakses melalui Covax Facility, yakni kerja sama antarnegara untuk memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin.
Di samping Sinovac, WHO telah menerbitkan untuk vaksin covid-19 buatan AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Sinopharm.(OL-11)
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved