Minggu 30 Mei 2021, 10:46 WIB

Hari Tanpa Tembakau Momentum Gencarkan Sosialisasi Bahaya Rokok

Humaniora | Humaniora
Hari Tanpa Tembakau Momentum Gencarkan Sosialisasi Bahaya Rokok

ANTARA/Maulana Surya
Warga melihat sejumlah poster edukasi kesehatan pada Festival Model Kampung Bebas Asap Rokok di Mojosongo, Solo, Rabu (24/3/2021).

 

Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr. Yudhi Wibowo mengingatkan bahwa peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia merupakan momentum yang tepat untuk menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya rokok.

"Gencarkan kampanye dan sosialisasi mengenai bahaya rokok terutama di tengah pandemi covid-19. Merokok dapat merusak fungsi saluran pernafasan termasuk penyakit paru obstruksi kronik," katanya di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (30/5).

Dengan demikian, kata dia, hal itu dapat meningkatkan risiko keparahan bahkan kematian jika terinfeksi covid-19.

Baca juga: Lapan Jelaskan Cahaya Vertikal Kehijauan di atas Merapi

"Ada penelitian yang menyebutkan bahwa riwayat merokok dapat meningkatkan risiko keparahan penyakit covid-19 sebesar empat kali lebih dan kematian sebesar dua kali lebih dibanding yang tidak memiliki riwayat merokok," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei perlu dimanfaatkan untuk menggencarkan sosialisasi mengenai bahaya rokok di tengah pandemi covid-19, mengingat hal tersebut sangat penting dan mendesak.

"Perlu dilakukan edukasi kepada semua masyarakat dan terutama bagi generasi muda, bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan diri maupun orang di sekitar. Stop merokok dari sekarang sebelum terlambat," katanya.

Menurutnya, sosialisasi harus masif baik secara konvensional maupun secara digital dengan menyasar anak-anak muda melalui media sosial.

"Sosialisasi dan kampanye harus dilakukan secara terus menerus dan berkala agar dapat efektif mengingatkan seluruh pihak mengenai pentingnya berhenti merokok, baik bagi diri sendiri dan lingkungan terdekatnya," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa ketika seseorang merokok maka dia akan sering menyentuh bagian mulut dan wajah.

"Di saat pandemi seperti sekarang ini, sering menyentuh bagian wajah atau mulut atau hidung berpotensi dapat meningkatkan risiko tertular covid-19, khususnya jika tangan tidak dalam kondisi bersih," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat harus terus diintensifkan hingga ke pelosok-pelosok desa.

"Tujuannya agar pesan yang disampaikan dapat sampai ke seluruh lapisan masyarakat hingga di tingkat akar rumput," katanya.

Selain melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, kata dia, pemerintah juga perlu memberdayakan generasi muda dengan berbagai pengetahuan mengenai bahaya rokok agar mereka nantinya dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

"Dengan berbagai upaya sosialisasi dan kampanye yang dilakukan diharapkan dapat mencapai hasil yang signifikan sesuai yang diharapkan," ujarnya. (Ant/H-3)

Baca Juga

Ist

Diet Tak Bisa Instan Tapi Membangun Gaya Hidup Sehat

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 20:45 WIB
Konsistensi adalah kunci yang akan membuat kita memenangkan ‘perlombaan’ untuk membangun kebiasaan yang mendukung gaya hidup...
Antara/Galih Pradipta.

Minum Teh, Kopi, Susu tidak Disarankan saat Makan Besar

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 20:24 WIB
Data juga menunjukkan, pada 2018, sebanyak tiga dari 10 remaja Indonesia menderita penyakit anemia dan 62,6% kasus anemia yang terjadi...
Dok. APP Sinar MAs

Dukung Mitigasi Perubahan Iklim, APP Sinar Mas Bersama Mitra Bisnis Tanam Pohon Dengan Wadah Biodegradable

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 20:17 WIB
Kegiatan penanaman yang dilakukan di Rusun Nagrak Cilincing Jakarta Utara tersebut menggunakan wadah tanam non plastik yang merupakan salah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya