Minggu 23 Mei 2021, 14:50 WIB

Pandeglang Diguncang Gempa M5,4, Tidak Berpotensi Tsunami

Atalya Puspa | Humaniora
Pandeglang Diguncang Gempa M5,4, Tidak Berpotensi Tsunami

ANTARA/ IRFAN ANSHORI
Petugas memasang tiang penyangga darurat di rumah yang rusak akibat gempa di Desa Jabung Kecamatan Talun, Blitar, Sabtu (22/5/2021).

 

Warga Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, merasakan gempa magnitudo (M)5,4 yang terjadi pada Minggu (23/5). Guncangan yang dirasakan warga setempat berlangsung beberapa detik.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang menginformasikan warganya merasakan guncangan dengan tingkat sedang. Durasi guncangan yang dirasakan berlangsung selama 3 hingga 5 detik. Selain kabupaten ini, BNPB juga menerima laporan dari BPBD Kota Serang yang menyebutkan warganya merasakan guncangan lemah selam 2 hingga 3 detik.

Baca juga: Wapres: Pandemi Sulit Diatasi Apabila Hanya Andalkan Pemerintah

"Berdasarkan pemodelan dari BMKG, gempa tidak memicu terjadinya tsunami. BMKG mencatat parameter gempa M5,4 terjadi pada Minggu (23/5), pukul 10.50 WIB. Pusat gempa berada pada 18 km barat laut Sumur, Provinsi Banten, dengan kedalaman 10 km," kata Raditya dalam keterangan resmi, Minggu (23/5).

BMKG merilis intensitas kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI menunjukkan beberapa wilayah terdampak III MMI yaitu Sumur, Cigeulis, Panimbang, Picung, Sindangresmi dan Wanasalam. Sedangkan II MMI, beberapa wilayah yang teridentifikasi yaitu Tanjung Bintang, Kalianda, Penengahan, Palas, Ketapang, Sragi, Candipuro, Bakauheni, Way Sulan, Wai Panji, Jabung, Pasir Sakti, Waway Karya, Sukarame, Rajabasa, Leuwiliang, Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, Jasinga, Cigudeng, Tenjo, Ciomas, Dramaga dan sekitarnya.

Baca juga: Data Bocor,Menkominfo Ditagih Sahkan RUU Perlindungan Data Pribadi

Untuk diketahui, Provinsi Banten termasuk wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 8 kabupaten dengan luas 391.475 hektar yang berada pada kawasan bahaya tersebut. Kedelapan wilayah administrasi tersebut yaitu Pandeglang, Lebak, Tangerang, Serang, Tangerang Selatan, Cilegon, Serang dan Kota Tangerang. Pandeglang berada pada wilayah luas bahaya tertinggi di antara kedelapan wilayah di Provinsi Banten.

Raditya menyatakan, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa bumi dan tsunami. Belum ada teknologi yang dapat memastikan secara akurat waktu akan terjadi gempa bumi.

"Dalam merespons gempa bumi, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap dampak kerusakan bangunan. Korban jiwa tidak disebabkan karena fenomena gempa tetapi bangunan yang rusak akibat guncangan gempa," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA/RAISAN AL FARISI

Peran Pers Membangun Infrastruktur Pendidikan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 23 September 2021, 12:20 WIB
Media pers dibutuhkan sebagai infrastruktur penyebaran informasi dari berbagai arah dalam dunia pendidikan, memberi penerangan, dorongan...
Ant/M Risyal Hidayat

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Tinggal 405

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 23 September 2021, 11:55 WIB
RUMAH Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kini tinggal merawat 405 pasien covid-19, Kamis...
MI/Dok SETWAPRES

Wapres Tegaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem jadi Prioritas

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 23 September 2021, 11:50 WIB
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan hingga kuartal pertama 2021...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya