Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyampaikan bahwa alokasi anggaran riset Indonesia masih sangat kecil. Hal itu menjadi tantangan lantaran 80% sumber anggarannya berasal dari negara.
“Tantangan utama saat ini adalah riset yang didominasi pemerintah, yakni 80 persen. Padahal alokasi anggaran riset Indonesia itu sendiri masih sangat kecil, untuk itu perlu dimanfaatkan lebih lanjut, dengan meningkatkan kolaborasi dengan mitra potensial,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (22/5).
Selain itu ada masalah fundamental dalam riset Indonesia. Handoko menjelaskan bahwa critical mass masih rendah, terkait dengan sumber daya manusia, infrastruktur, maupun anggaran.
Baca juga: Pemda Aceh Barat Resmi Buka Rekening Donasi untuk Palestina
"Maksudnya critical mass itu kalau ditotal banyak, tapi negara kita besar, tersebar di mana-mana, akhirnya kapasitas dan kompetensi untuk berkompetisi dari setiap grup itu jadi turun jauh," jelasnya.
Selanjutnya, dia menyebutkan kontribusi swasta saat ini terkait anggaran riset masih dibilang rendah. Lantas, Handoko mendorong agar swasta lebih meningkatan perannya dalam riset dan inovasi supaya bisa berkontribusi lebih tinggi. Tanpa riset dan product development yang berbasis teknologi, tentu swasta sulit bersaing secara global.
“Hal ini bukan sepenuhnya salah swasta. Karena sektor riset merupakan sektor yang membutuhkan biaya tinggi (high cost) dan memiliki risiko tinggi (high risk). Karena hasilnya belum tentu, riset hasilnya bisa gagal, dan sebagian besar riset pasti gagal. Kita harap problem tersebut bisa terselesaikan, sehingga ketika swasta sudah dapat menghasilkan produk bermuatan riset tinggi,mampu berkompetisi, pada sendirinya akan berinvestasi,” terangnya.
Karena itu, BRIN akan segera melakukan konsolidasi sumber daya riset dan inovasi Indonesia, baik sumber daya manusia, infrakstruktur, maupun anggaran. Handoko menyebutkan BRIN tidak membawa konsep yang terlalu rumit. Sumber daya periset dan infrastruktur telah dimiliki, sehingga swasta bisa memulai product development berbasis riset dengan menggunakan sumber daya periset dan infrastruktur yang sudah tersedia.
“Dengan cara itu kami yakin swasta akan tergerak beramai-ramai untuk mengembangkan produk berbasis riset karena praktis, istilahnya tinggal bawa bahan, sehingga resikonya minimal,” tandasnya. (H-3)
Penelitian menggunakan metode identifikasi fotografis (Foto ID) yang memanfaatkan pola totol unik pada tubuh hiu paus.
Ekspedisi Patriot merupakan program Kementerian Transmigrasi yang bekerja sama dengan Kemdiktisaintek guna mendorong kemajuan kawasan transmigrasi.
Upaya menjadikan riset dan inovasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional membutuhkan peta jalan yang jelas, mudah dipahami, dan disepakati pemangku kepentingan.
Kerja sama dengan University of Waterloo itu berada dalam FINCAPES Project yang didanai oleh Pemerintah Kanada.
Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) dari hasil riset dan inovasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan upaya penguasaan riset jadi tanggung jawab bersama.
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
apresiasi keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelamatkan anggaran negara sebesar Rp300 triliun dari potensi penyelewengan
Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pada lembaganya tidak akan menghambat kinerja anggota parlemen dalam melayani masyarakat.
BADAN Legislasi (Baleg) DPR RI merekomendasikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dijadikan lembaga ad hoc
Seharusnya Prabowo berkaca pada kabinet pemerintahan Joko Widodo yang porsinya sudah cukup besar dan sebenarnya bisa dilebur menjadi lembaga atau badan.
Hal itu menjadi potret dari ketidakpekaan Presiden Joko Widodo di akhir masa jabatannya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved