Rabu 19 Mei 2021, 21:45 WIB

Awas, Melandainya Kasus Covid-19 Jadi Alarm Tanda Bahaya!

Atalya Puspa | Humaniora
Awas, Melandainya Kasus Covid-19 Jadi Alarm Tanda Bahaya!

Satgas Penanganan Covid-19
Layar tangkap yang memperlihatkan landainya kasus covid-19 di Indonesia di saat negara-negara lain mencatatkan kenaikan jumlah kasus.

 

AHLI Biostastistik dan Kesehatan Masyarakat dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengungkapkan, melandainya kasus covid-19 di Indonesia bisa menjadi alarm tanda bahaya bahwa akan terjadi lonjakan kasus di kemudian hari.

"Kasus kita memang sempat menurun pada awal Maret, dan pada minggu ketiga Maret sampai hari ini kasus covid-19 di Indonesia cenderung flat. Ini adalah tanda bahaya bahwa akan terjadi pelonjakan kasus. Ini yang bisa kita pelajari dari banyak negara, termasuk India," kata Windhu dalam Forum Diskusi Denpasar 12 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (19/5).

Terlebih lagi, kata Windhu, Menteri Kesehatan mengeluhkan banyaknya pemimpin daerah yang seringkali tidak terbuka tentang angka kasus covid-19 di daerahnya masing-masing. Hal tersebut, katanya, semakin berpotensi menimbulkan ledakan kasus di kemudian hari.

Untuk itu, Windhu menyatakan pemerintah harus lebih gencar dalam melakukan penanggulangan kasus covid-19 di daerah. Ia menilai, pemerintah harusnya mengedepankan pelaporan testing harian masing-masing daerah untuk menjadi acuan penilaian kinerja daerah.

"Sekarang kalau kita lihat, penentuan zonasi daerah ditentukan dari indikator yang sebagian besar bicara tentang jumlah kasus. Padahal seharusnya kalau kita mau lihat kinerja daerah, kita harus lihat bagaimana mereka melakukan deteksi kasus. Karena kalau dilihat hasilnya saja, pasti ada banyak cara agar kasus tersebut bisa ditekan angkanya," beber Windhu.

Saat ini sendiri, kata Windhu, masih terjadi gap yang cukup besar antara suspect yang ditemukan dan pemeriksaan yang dilakukan.

"Semua suspect yang ditemukan harus diperiksa. Indonesia seharusnya melakukan testing rata-rata 38 ribu perhari. Tapi kalau kita lihat realisasinya saat ini baru 19 ribu. Padahal positivity rate kita tinggi," ungkapnya.

Selain testing, program vaksinasi juga harus digencarkan agar cepat mencapai herd immunity. Ia menyatakan, idealnya Indonesia harus melakukan vaksinasi kepada 1 juta orang per harinya.

Selanjutnya, langkah dalam strategi penanganan pandemi di Indonesia harus lebih tegas. "Kalau kita gak mampu melakukan testing, semua orang harus dianggap berisiko dengan melakukan karantina wilayah. Kita harus pilih antara dua itu," tegasnya. (H-2)

Baca Juga

Ilustrasi

Nama-nama Dinosaurus yang Terpopuler yang Pernah Hidup di Zaman Mesozoikum

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 08 Agustus 2022, 23:15 WIB
Tak jarang animasi tentang dinosaurus banyak diminati anak-anak karena bentuknya yang lucu dengan suara khasnya yaitu...
AFP

Kenali Jenis Vaksin dan Kombinasi Booster yang Diberikan

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Senin 08 Agustus 2022, 22:05 WIB
Penting bagi kita untuk mengetahui jenis vaksin dan booster yang tepat untuk bisa melawan virus...
Dok. Pribadi

Ini Salah Satu "Rahasia" Waroeng Steak and Shake Terus Berkembang

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 21:47 WIB
Video itu pun mendapatkan banyak tanggapan positif warganet yang juga ikut membuka rahasia "amalan" Waroeng Steak and...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya