Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI Biostastistik dan Kesehatan Masyarakat dari Universitas Airlangga Windhu Purnomo mengungkapkan, melandainya kasus covid-19 di Indonesia bisa menjadi alarm tanda bahaya bahwa akan terjadi lonjakan kasus di kemudian hari.
"Kasus kita memang sempat menurun pada awal Maret, dan pada minggu ketiga Maret sampai hari ini kasus covid-19 di Indonesia cenderung flat. Ini adalah tanda bahaya bahwa akan terjadi pelonjakan kasus. Ini yang bisa kita pelajari dari banyak negara, termasuk India," kata Windhu dalam Forum Diskusi Denpasar 12 yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (19/5).
Terlebih lagi, kata Windhu, Menteri Kesehatan mengeluhkan banyaknya pemimpin daerah yang seringkali tidak terbuka tentang angka kasus covid-19 di daerahnya masing-masing. Hal tersebut, katanya, semakin berpotensi menimbulkan ledakan kasus di kemudian hari.
Untuk itu, Windhu menyatakan pemerintah harus lebih gencar dalam melakukan penanggulangan kasus covid-19 di daerah. Ia menilai, pemerintah harusnya mengedepankan pelaporan testing harian masing-masing daerah untuk menjadi acuan penilaian kinerja daerah.
"Sekarang kalau kita lihat, penentuan zonasi daerah ditentukan dari indikator yang sebagian besar bicara tentang jumlah kasus. Padahal seharusnya kalau kita mau lihat kinerja daerah, kita harus lihat bagaimana mereka melakukan deteksi kasus. Karena kalau dilihat hasilnya saja, pasti ada banyak cara agar kasus tersebut bisa ditekan angkanya," beber Windhu.
Saat ini sendiri, kata Windhu, masih terjadi gap yang cukup besar antara suspect yang ditemukan dan pemeriksaan yang dilakukan.
"Semua suspect yang ditemukan harus diperiksa. Indonesia seharusnya melakukan testing rata-rata 38 ribu perhari. Tapi kalau kita lihat realisasinya saat ini baru 19 ribu. Padahal positivity rate kita tinggi," ungkapnya.
Selain testing, program vaksinasi juga harus digencarkan agar cepat mencapai herd immunity. Ia menyatakan, idealnya Indonesia harus melakukan vaksinasi kepada 1 juta orang per harinya.
Selanjutnya, langkah dalam strategi penanganan pandemi di Indonesia harus lebih tegas. "Kalau kita gak mampu melakukan testing, semua orang harus dianggap berisiko dengan melakukan karantina wilayah. Kita harus pilih antara dua itu," tegasnya. (H-2)
Pada pekan pertama Desember 2024, otoritas Jepang mencatat jumlah kasus influenza baru meningkat menjadi 44.673, meningkat sekitar 20.000 dibandingkan sepekan sebelumnya.
Pemerintah Jepang mewajibkan warganya memakai masker imbas melonjaknya kasus influenza dan Covid-19.
Kadinkes Kota Depok Mary Liziawati mengatakan beberapa hari ini kasus covid-19 di Kota Depok terus mengalami lonjakan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati memandang belum saatnya menerapkan kebijakan Covid-19 berbayar.
Kampanyekan kembali pemakaian masker dan vaksin booster Covid-19 merupakan salah satu upaya pencegahan yang harus dilakukan masyarakat Indonesia.
Derajat kekebalan masyarakat yang mendapatkan vaksinasi ataupun yang pernah terkena covid-19 sebelumnya dan mendapatkan vaksinasi sudah mulai menurun.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved