Selasa 18 Mei 2021, 11:15 WIB

Sebanyak 1.579 Siswa Indonesia Lulus Tes Kuliah ke Timteng

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Sebanyak 1.579 Siswa Indonesia Lulus Tes Kuliah ke Timteng

Antara
Ilustrasi tes tertulis

 

KEMENTERIAN Agama RI meluluskan 1.579 calon mahasiswa baru (camaba) untuk kuliah di Timur Tengah pada seleksi tahun 2021. Sebanyak 30 camaba akan kuliah di Maroko, sisanya kuliah di Al-Azhar Mesir. Mereka yang lulus itu merupakan bagian dari seleksi pendaftaran yang mencapai 5.752 siswa.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Cairo, Mesir Bambang Suryadi, mengapresiasi skema seleksi yang dilakukan Kementerian Agama. Menurutnya, seleksi yang ketat dan transparan akan menjaring putera-puteri terbaik bangsa untuk kuliah di Timur Tengah, khususnya Al-Azhar Mesir. Dengan begitu, mereka diharapkan dapat menyelesaikan pendidikannya tepat waktu dan mengukir prestasi di Mesir.

Menurut Bambang, proses seleksi tentu akan menyaring sesuai batasan kuota yang ada. Pembatasan ini diperlukan demi mengoptimalkan layanan pemerintah, khususnya KBRI, kepada mereka.

“Pembatasan kuota bagian dari upaya pemerintah memberikan layanan maksimal kepada mahasiswa. Pelayanan itu tidak hanya saat seleksi, tapi selama mereka tiba di Mesir,” jelas Bambang yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, dalam keterangan Pers Kementerian Agama RI, Jakarta, Selasa (18/5)

Permasalahan perlindungan, pembinaan dan kehadiran Pemerintah ini, tidak terbatas pada masalah seleksi (pre departure), tetapi juga pada saat mereka tiba di Mesir.

Kendati pihak Universitas Al-Azhar tidak membatasi kuota mahasiswa baru, namun karena ada keterbatasan dalam layanan di Mesir, penetapan kuota oleh Kemenag ini dirasa sudah tepat. Pembatasan tersebut juga dalam rangka mengoptimalkan aspek perlindungan dan pembinaan,  agar tidak ada mahasiswa Indonesia di Mesir yang tidak mendapatkan layanan, baik dari pihak KBRI maupun pemerintah Mesir.

Bambang mencontohkan masalah pengurusan izin tinggal (iqamah). Menurutnya, selain prosesnya juga memakan waktu lama, kuota mingguannya juga terbatas. Layanan imigrasi bagi mahasiswa Indonesia di Mesir hanya berkisar 150-250 setiap minggu, atau  600-1000 orang setiap bulan, baik untuk mahasiswa baru maupun lama.

Padahal, saat mereka datang ke Mesir, visa pelajar yang diterima dari Kedutaan Mesir di Jakarta hanya untuk masa tiga bulan. Jadi setelah datang ke Mesir,  mereka harus mengurus visa pelajar lagi untuk masa satu tahun dan ini bisa diperpanjang.

"Ketika ada razia, mereka yang belum memiliki izin tinggal, bisa ditangkap dan berurusan dengan otoritas setempat. Mereka bisa dideportasi. Tentu kita tidak menginginkan kondisi ini terjadi terus menerus dan perlu ada solusi," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Penguatan Literasi Perlu Didukung dari Hulu hingga Hilir

Baca Juga

MI/Adi Kristiadi

Besok, PPKM Mikro Diperketat, Perkantoran Kembali WFH 75%

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 21 Juni 2021, 13:21 WIB
Pemerintah memutuskan untuk melakukan penguatan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sejak 22 Juni hingga 5...
DOK JARIS&K

#UntungGuediJakarta Gerakan Semangat untuk Seniman Ibu Kota

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 13:07 WIB
Diisi Dengan Karya Authentic Seniman...
ANTARA/Dedhez Anggara

Asrama Haji di Seluruh Indonesia Siap Tampung Pasien Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 21 Juni 2021, 12:48 WIB
Sebanyak 27 dari 31 asrama haji milik Kemenag sudah siap digunakan untuk menampung...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya