Selasa 18 Mei 2021, 01:05 WIB

Idul Fitri bukan Sekadar Hari Kemenangan

mediaindonesia.com | Humaniora
Idul Fitri bukan Sekadar Hari Kemenangan

Ist
KH Oke Setiadi Affendi

 

SEKRETARIS Jenderal PB Mathla'ul Anwar, KH Oke Setiadi Affendi, mengatakan, Idul Fitri bukanlah sekadar hari kemenangan setelah melaksanakan puasa Ramadan melawan hawa nafsu namun juga kembali ke fitrah jati diri sebagai manusia, kepada jati diri kemanusiaan.

"Nah ini, memang salah satu (bentuk) menjaga fitrah kita, menjaga kemanusiaan diri kita, tentunya bukan hanya di bulan Ramadan saja, tetapi juga di luar bulan Ramadan seperti sekarang ini usai Idul Fitri, tentunya harus terus kita jaga fitrah kita, kemanusiaan kita atau kesucian kita," ujar dia, di Jakarta, Senin (17/5).

Ia mengatakan, salah satu menjaga diri, kembali menjadi fitrah adalah meneruskan upaya di saat puasa Ramadan dan tidak terlibat dalam hal-hal yang tidak berguna yang dapat merugikan orang lain.

"Apalagi kalau sampai merusak. Untuk itu mari jaga fitrah kita setelah Idul Fitri ini," kata pria yang juga dosen ekonomi Islam di Universitas Mathla'ul Anwar itu.

Ia juga menyampaikan, bukan hal yang tidak berguna saja yang tidak diperbolehkan namun juga merusak orang lain atau masyarakat.


Baca juga: Menkominfo: Lebaran Virtual tak Kurangi Nilai Silaturahmi


"Nah hoaks dan penyebaran provokasi ini adalah bagian dari sesuatu yang merusak orang lain dan juga merusak diri kita. Di luar dia tidak lagi puasa seperti sekarang pun tidak baik, apalagi ketika dia kemarin sedang mengerjakan ibadah puasa," kata dia.

Oleh karena itu, pria yang juga sebagai Council Member of Union NGO's of Islamic World (UNIW) ini berharap situasi pandemi covid-19 saat ini bisa segera diangkat.

Ia juga mengingatkan dengan situasi pandemi tentu harus disikapi dengan prihatin. "Sehingga dengan Idul Fitri yang masih dalam situasi pandemi covid-19 ini maka dikembalikan oleh Allah SWT fitrah kita setelah sebulan penuh kemarin berpuasa, keprihatinan kita, kemudian mawas diri kita harusnya lebih besar lagi di tengah situasi pandemi ini," katanya.

Ia berharap di tengah situasi pandemi saat ini, masyarakat juga turut menahan diri, tetap bersabar untuk tidak berkerumun, tetap menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan tidak mudik, sesuai anjuran pemerintah guna menekan penyebaran virus korona. Hal ini juga seiring dengan pembelajaran di masa puasa untuk mengendalikan hawa nafsu.

Menurut dia, dengan kemajuan teknologi saat ini, masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan menjalin silaturahim, saling berbagi rezeki dan makanan, meski tidak bertatap muka secara langsung.

Menurut dia, dengan puasa yang telah dilakukan pada bulan Ramadan kemarin, jika umat muslim rida maka hal tersebut sudah menjadi ketentuan Allah yang menciptakan alam semesta ini. (Ant/S-2)

 

Baca Juga

Antara

Erick Thohir: Ivermectin, Terapi Covid-19 Kantongi ​Restu BPOM dan Kemenkes

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 21 Juni 2021, 22:27 WIB
Namun ia menegaskan Ivermectin bukan obat...
ANTARA

Ganjar Rapat dengan Samator, Pastikan Stok Oksigen Rumah Sakit Aman

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 21:51 WIB
Perwakilan Samator mengatakan permintaan oksigen saat ini meningkat. Sampai Juni 2021 saja, sudah ada 7 juta liter oksigen yang...
AFP

Banyak Anak Terpapar Covid-19 Akibat Klaster Keluarga

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 21 Juni 2021, 21:50 WIB
Ia melihat cukup banyak pasien covid-19 anak-anak yang bergejala ringan hingga sedang. Jumlahnya lebih banyak dari tahun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya