Selasa 11 Mei 2021, 17:27 WIB

Ini Amatan Bosscha terhadap Hilal Pertanda Awal 1 Syawal 1442 H

Depi Gunawan | Humaniora
Ini Amatan Bosscha terhadap Hilal Pertanda Awal 1 Syawal 1442 H

MI/Depi Gunawan
Tim peneliti Observatorium Bosscha mengamati hilal melalui teleskop yang tersambung ke laptop di Lembang, Kabupaten Bandung, Senin (10/5)

 

PENELITI Observatorium Bosscha Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat kembali melaksanakan pengamatan bulan sabit muda untuk menentukan awal 1 Syawal 1442 H. Hasilnya akan dibawa pada sidang itsbat penentuan lebaran oleh Kementerian Agama RI.

Tim peneliti melaksanakan pengamatan dari tanggal 10-12 April 2021 sejak pagi hari hingga bulan terbenam di ufuk Barat.

"Pengamatan dilakukan menggunakan dua teleskop berukuran 106 mm dan 66 mm berjenis refraktor yang masing-masing dilengkapi detektor kamera berbasis CCD," kata Staf Observatorium Bosscha, Yatni Yulianti saat dihubungi, Selasa (11/5).

Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan tampilan sabit bulan.

Menurut dia, kegiatan pengamatan bulan sabit ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi dan ketebalan sabit bulan, serta juga dalam rangka penentuan awal Lebaran.

"Rukyatul hilal dilakukan pada sore hari dan deteksi sabit bulan dilakukan setelah Matahari terbenam. Sabit yang tampak setelah Matahari terbenam ini disebut sebagai hilal," ungkapnya.

Pada pengamatan kemarin dan Selasa pagi, tim peneliti berhasil menangkap citra sabit bulan tua Ramadhan dan akan terus diikuti posisinya. Yakni menjelaskan, pengamatan pada Selasa sore ini dilaksanakan tidak untuk mencari hilal karena posisi bulan ketinggiannya masih negatif atau bulan akan terbenam terlebih dahulu dari Matahari.

"Kemungkinan ijtimak atau konjungsi baru akan terjadi dini hari nanti sehingga pengamatan akan diteruskan hingga besok," bebernya.

Pengamatan kali ini terbatas hanya diikuti oleh staf Observatorium Bosscha dalam rangka mematuhi imbauan agar tidak berkegiatan yang melibatkan banyak orang di suatu tempat selama pandemi Covid-19.

Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, pihaknya rutin melaksanakan pengamatan bulan sabit muda pada hampir setiap bulan. Hasil pengamatannya menjadi salah satu rujukan penetapan awal Ramadan dan Syawal bagi Kementerian Agama Republik Indonesia serta masyarakat umum.

"Tugas kami adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang itsbat," jelasnya. (OL-13)

Baca Juga: Libur Lebaran, Pemkot Bogor Larang Warga Jadetabek ke Wilayahnya

 

Baca Juga

Ist

Kimia Farma Diagnostika Luncurkan Layanan Kesehatan Terbaru

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 15:58 WIB
Aktivitas layanan telesales ini akan berfokus dalam merespons segala keinginan atau kebutuhan customer (inbound) dan melakukan service...
Ist

Nongshim Ajak Masyarakat Tak Sisakan Makanan Saat Makan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 15:02 WIB
Karena salah satu sampah organik itu berasal dari sisa makanan yang saat ini menjadi salah satu kekhawatiran dunia. dan turut memicu...
dok.ist

Konferensi Tahunan IHRS Kembali Dihelat Tahun Ini

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 14:30 WIB
SETELAH dua tahun tidak diselenggarakan akibat pandemi COVID-19, kini, Indonesia HR Summit (IHRS), sebuah konferensi tahunan mengenai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya