Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hingga kini akses jaringan internet masih menjadi kendala teknis dalam pengiriman pendataan keluarga (PK) dari beberapa daerah.
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo mengatakan, kendati kurangnya akses internet, penggunaan formulir menjadi salah satu solusi pengiriman data secara manual.
"Beberapa daerah sudah selesai, namun ada beberapa daerah yang tidak bisa mengirim langsung via digital karena sering kendala jaringan internet di sana," Ujar Hasto saat dihubungi, Kamis (6/5).
Baca juga: Polri: Kebakaran Hutan dan Lahan Turun 81% pada 2020
Capaian saat ini telah mengapai 30.106.401 kepala keluarga (KK), dari target pendataan keluarga BKKBN yakni 78.021.812 KK seluruh Indonesia. Beberapa langkah sudah disiapkan BKKBN guna mempercepat pendataan.
Pertama, meminta kepala daerah untuk terus mendorong petugas dan kader untuk mempercepat pencapaian terutama di daerah yang capaian nya masih kecil. Kedua, terus dilakukannya upadating sistem untuk mempercepat proses validasi, monitoring dan evaluasi sampai dengan level desa/supervisor dan kader.
"Terakhir kita juga melakukan komunikasi aktif melalui call center agar persoalan di lapangan dapat cepat terselesaikan," pungkasnya. (H-3)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
PELAYANAN keluarga berencana (KB) berkualitas dapat ditingkatkan dan dijangkau hingga pelosok melalui beragam inovasi.
Kaji Reka merupakan forum untuk mendiseminasikan berbagai hasil kajian dari daerah agar dapat diketahui masyarakat.
SEJAK kali pertama diluncurkan ke tengah masyarakat sebagai kontrasepsi pilihan kaum pria, vasektomi belum menggapai kata manis.
Kebijakan yang mengaitkan vasektomi dengan penerimaan bansos berpotensi melanggar prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia dan kesukarelaan dalam program Keluarga Berencana (KB).
Dalam satu tahun hanya ada 15 pria yang menjalani program KB vasektomi.
Untuk target peserta KB baru di tahun 2025 masih menunggu dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved