Kamis 06 Mei 2021, 09:50 WIB

Pelarangan Mudik Diputuskan Berdasar Data

Atalya Puspa | Humaniora
Pelarangan Mudik Diputuskan Berdasar Data

ANTARA/ Dedhez Anggara
LARANGAN MUDIK LEBARAN: Polisi memeriksa kelengkapan surat pengendara yang melintas di jalur Pantura Kedawung, Cirebon, Kamis dinihari.

 

KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa aturan peniadaan mudik yang diputuskan pemerintah dikarenakan penularan covid-19 sangat berpotensi terjadi dari adanya mobilitas manusia.

Dalam hal ini, Doni berharap masyarakat dapat memahami dan mewaspadai bahwa yang menjadi perantara atau pembawa virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 adalah manusia, bukan hewan seperti jenis penyakit yang lain. "Karena covid-19 ini diantar dan dibawa oleh manusia bukan oleh hewan atau binatang seperti jenis penyakit lainnya,” kata Doni dalam keterangan resmi, Kamis (6/5).

Menurut Doni, seseorang yang telah membawa dokumen hasil negatif covid-19 sekalipun masih dapat tertular oleh orang lain ketika melakukan perjalanan. Adapun hal itu menjadi lebih berisiko apabila seseorang tersebut kemudian bertemu dengan anggota keluarga di rumah yang termasuk dalam kategori kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak hingga penderita penyakit penyerta atau komorbiditas.

Doni menjelaskan angka kematian akibat covid-19 telah mencapai 85 persen di mana kasus kematian tersebut didimonasi dari mereka yang masuk dalam kategori kelompok rentan, terutama mereka yang berusia di atas 47 tahun dan memiliki komorbid.
Dalam hal ini, Doni juga menegaskan bahwa aturan peniadaan mudik yang dilakukan semata-mata untuk mencegah terjadinya penularan covid-19 telah diputuskan melalui berbagai pertimbangan berbasis data.

“Peniadaan mudik ini adalah keputusan politik negara, setelah melalui berbagai macam proses pertimbangan menggunakan data. Data-data ini menjadi arah bagi kita untuk mengambil keputusan membuat kebijakan,” kata Doni.

Melalui apa yang telah diputuskan tersebut, maka Doni menegaskan agar amanat tersebut dapat dipatuhi dan diterima oleh seluruh kalangan masyarakat. Dia juga meminta agar seluruh pemangku kebijakan di tiap-tiap daerah dapat bersinergi dengan apa yang telah disepakati dari pusat.

Di sisi lain, ia juga berharap masyarakat dapat mendukung upaya memutus mata rantai penularan covid-19 melalui aturan yang telah dibuat. Dia meminta agar seluruh komponen dapat memahami bahwa negara tengah berperang melawan pandemi covid-19 dan dibutuhkan kekompakan serta kebersamaan.

Sebab, mengendalikan covid-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah pusat saja, melainkan memerlukan dukungan dari segenap unsur yang ada di daerah dan masyarakat. "Negara kita sedang berperang melawan covid-19. Dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan dari pusat hingga ke daerah,” pungkas Doni.(H-1)

Baca Juga

ANTARA/Destyan Sujarwoko

Vaksinasi Lengkap Bisa Cegah Anda Dirawat di Rumah Sakit

👤Henry Hokianto 🕔Rabu 16 Juni 2021, 06:26 WIB
Dua dosis vaksin covid-19 Pfizer/BioNtech bisa menghentikan kebutuhan para pasien untuk dirawat di rumah sakit hingga 96%. Sedangkan vaksin...
Antara/Noviran Arbi

Hingga 15 Juni, Ada 1.423 Bencana Alam Terjadi di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 03:40 WIB
Berdasarkan keterangan dari BNPB, kejadian bencana alam yang mendominasi adalah banjir, diikuti puting beliung, tanah longsor, serta...
Dok. LaSalle College Jakarta

Asah Kreativitas Mahasiswa, LaSalle College Hadirkan Sistem Kuliah Hy-Flex

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 01:07 WIB
Saat ini kreativitas dalam desain merupakan kunci sebagai aset dan investasi, baik jika dilihat dari sebuah keterampilan serta keahlian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya