Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA dokter mengatakan sangat penting untuk sebelum atau sesudah olahraga mengecek tekanan darah dan elektro kardio gram (EKG).
Perlu diketahui bahwa EKG adalah tes untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik (elektrokardiograf).
“Olahraga bagus untuk jantung dan tekanan darah, tapi harus diperhatikan. Kalau kita memaksakan bisa menaikkan tekanan darah dan melampaui batas kemampuan,” kata dr. Michael Triangto, SpKO, pada Instagram Live yang bertema bertema "Bye Bye Darah Tinggi, Hello Olahraga" yang digelar Good Doctor dan Samsung, Minggu (2/5).
“Dengan kenaikan tekanan darah bisa menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan kematian. Jadi kita harus mengetahui tujuan kita berolahraga untuk apa dan sampai mana batas kemampuan kita,” jelas dr.Michael
Menurut dr.Michael, faktor monitoring itu sangat penting bagi olahraga itu sendiri. “Apakah sudah tepat atau apakah melampaui batas? Apakah memberikan hasil? Sehingga kalau ada hal berbahaya, kita bisa hentikan saat itu juga dan bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Sementara itu, dr. Adhiatma Gunawan dari Good Doctor menjelaskan seberapa penting sih memantau tekanan darah?
“Salah satu kunci sukses pengobatan untuk penyakit kronis seperti hipertensi adalah monitoring, yang dilakukan secara regular. Dengan wearable device, monitoring bisa dilakukan sendiri, mudah, dan bisa dilakukan teratur,” katanya
“Hasil monitoring bisa direkam secara berkala. Ini akan menjadi data yang menarik untuk dianalisis oleh dokter yang memeriksanya,” jelas dr.Adhiatma.
Pada kesempatan yang sama, Product Marketing Samsung Indonesia Leo Hendarto mengatakan,”Sekarang kita tidak perlu ngecek tekanan darah dan EKG ke rumah sakit”
“Kita ingin menyamapaikan berita sangat gembira bagi masyarakat Indonesia karena bisa cek tekanan darah dan EKD dengan device wearable dari Samsung. Ada dua device yang bisa mengecek tekanan darah dan EKG, yaitu Samsung Galaxy Watch3 dan Samsung Watch Active2,” katanya.
Device ini sudah diluncurkan sejak tahun lalu tapi untuk pengukuran tekanan darah dan EKG masih menunggu approval dari FDA (United States Food and Drug Administration) dan sekarang sudah didapatkan. “Jadi kita beruntung, Indonesia sebagai salah satu negara yang bisa menikmati fitur ini,” katanya .
Untuk mengecek tekanan darah dan EKG, bisa dilakukan dengan device ini. Terutama untuk pasien yang punya masalah tekanan darah atau jantung, bisa memeriksanya di pergelangan tangan.
“Jadi lebih mudah memonitor sepanjang hari serta bisa mendeteksi lebih awal ketika ada tanda-tanda kelainan. Sehingga penanganannya bisa lebih dini teratasi,” jelas Leo.
Untuk para pengguna Samsung galaxy watch, Samsung menyampaikan juga sekarang sudah bisa update software dan otomatis terinstal Samsung health monitor di jam tangan atau watch. Untuk mengecek tekanan darah, penggunaan pertama harus dikalibrasi bisa menggunakan tensi meter.
Tapi untuk pengguna Samsung Galaxy watch yang tidak memiliki tensi meter di semua Samsung experience store sudah tersedia alat tensi meter untuk melakukan kalibrasi.
Jika sudah dikalibrasi, pengukuran tekanan darah mudah tinggal dipasang Galaxy Watch di pergelangan dan duduk dengan rileks. Pengukuran tekanan darah ini bisa dilakukan tanpa tambahan alat.
Sekarang mudah sekali untuk mengecek tekanan darahn EKG bisa di mana saja dan kapan saja. Apalagi mungkin ada orang yang tidak sadar memiliki masalah jantung, sehingga penting untuk mengecek tekanan darah sebelum berolahraga.
“Kita ingin orang lebih sering melakukan pengecekan tekanan darah dan EKG dengan menggunakan Galaxy Watch,” jelasnya.
“Kebetulan bulan ini kita bekerja sama dengan Good Doctor, untuk setiap pembelian Galaxy Watch bisa mendapatkan konsultasi gratis dan obat yang diresepkan selama 1 tahun, unlimited. Kode promo: WATCHXGD,”papar Leo.
Sementara itu, artis Mikha Tambayong mengatakan,”Aku sudah dari dulu sport enthusiast, selain untuk kesehatan diri sendiri tapi juga suka dengan rutinitas olahraga. Sekarang sekitar 3-4 kali olahraga, kadang ikut kelas di luar atau di rumah.”
“ Sebenarnya aku suka olahraga yang high intensity, high pace, sebelum pandemi rutin boxing atau kelas-kelas yang bikin capek. Tapi semenjak pandemi tidak bisa ke mana-mana jadi home workout, lagi rajin pilates. Walau hanya 30 menit sudah bikin capek. Kalau tidak bisa keluar rumah, paling jogging aja di sekitar rumah,” paparnya.
Sekarang sebagai Duta Yayasan Jantung Indonesia, Mikha memotivasi untuk lebih aware dengan olahraga, nutrisi yang dikonsumsi dan merasa dampak yang baik banget untuk diri sendiri. Jadi semakin suka dan melakukannya dengan rutin.
"Seperti yang dibilang dokter Michael, kalau lagi capek, tidak terlalu memaksakan, ringan-ringan tapi tetap ada impactnya buat diri sendiri. Sangat mindful dengan badan, kalau badan tidak sedang fit untuk high intensity jadi paling yoga saja,” tuturnya. (Nik/OL-09)
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Hipertensi sering tanpa gejala. Kenali 7 tanda tekanan darah tinggi yang sering diabaikan agar terhindar dari risiko stroke dan jantung. Cek di sini!
Hipertensi sering tanpa gejala dan disebut silent killer. Kenali tanda-tanda tekanan darah tinggi sejak dini serta cara pencegahannya.
makanan yang dimasak dan diproses mengandung senyawa bernama AGEs yang ditemukan dalam makanan cepat saji
Banyak pasien hipertensi kembali mengalami kenaikan tekanan darah karena faktor stres, gaya hidup, dan kurangnya intervensi mandiri yang konsisten.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved