Selasa 13 April 2021, 16:10 WIB

3 Jembatan Putus, 8 Desa di NTT Kesulitan Dapat Bantuan

Atalya Puspa | Humaniora
3 Jembatan Putus, 8 Desa di NTT Kesulitan Dapat Bantuan

MI/John Lewar
Jembatan putus di Adonara, NTT, setelah terjangan siklon Seroja menutup akses masuk ke desa setempat.

 

SEBANYAK tiga jembatan putus akibat serangan Siklon Seroja di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengisolasi delapan desa di Flores Timur. Hal tersebut membuat warga masih kesulitan untuk mendapatkan bantuan pascabencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengungkapkan hingga kini pihaknya masih terus berupaya untuk menjangkau semua wilayah terdampak bencana.

Adapun, sebanyak 513 relawan juga telah melakukan upaya penanganan darurat yang tersebar di beberapa wilayah terdampak di seluruh NTT. Lembaga kemanusiaan ini banyak bergerak untuk membantu masyarakat Flores Timur, kemudian di Kabupaten Lembata.

Sebanyak 30 lembaga berada di Flores Timur, sedangkan 19 lain di Lembata. Tim Koordinasi Desk Relawan juga mencatat lembaga kemanusiaan bekerja di Kota Kupang, Kabupaten Malaka, Sumba Timur, Kupang, Belu, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Alor, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Manggarai Timur dan Barat.

"Lembaga kemanusiaan memberikan bantuan berupa terpal, bantuan pangan dan nonpangan , layanan medis, obat-obatan, dan dukungan psikososial. Pada awal bencana terjadi, mereka pun membantu proses evakuasi warga. Organisasi-organisasi ini masih terus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak," kata Raditya, Selasa (13/4).

Sementara itu, data BNPB pada Minggu (11/4), pukul 23.00 WIB, mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 177 orang di Provinsi NTT, sedangkan hilang 45 orang, luka-luka 154. Warga yang masih mengungsi berjumlah 16.033 orang. Rincian warga yang teridentifikasi mengungsi di Kabupaten Malaka sebanyak 5.468 jiwa, Lembata 2.345, Kupang 1.942 orang, Flores Timur 1.882, Rote Ndao 696, TTS 678, Sabu Raijua 346, Alor 299, Belu 272, Sumba Timur 219, TTU 156, Sumba Barat 80 dan Ende 34.

Siklon tropis Seroja yang memicu cuaca ekstrem juga mengakibatkan kerusakan pemukiman dengan total rumah rusak berat 13.184 unit, rusak sedang 7.801 dan rusak ringan 30.575.

Kondisi terkini beberapa aktivitas yang tampak di lapangan, seperti tim BPBD yang dibantu relawan dan masyarakat bergotong royong dalam pembersihan rumah dan akses jalan. Di samping itu, jaringan komunikasi sudah kembali normal. Namun demikian, jaringan telepon terganggu akibat perbaikan listrik yang membutuhkan proses pemadaman sesaat.

Sedangkan jaringan listrik di sebagian Flores Timur telah kembali normal. Di wilayah Kota Kupang, listrik di sebagian wilayah juga sudah menyala. (H-2)

Baca Juga

Antara

Pertumbuhan Awan Meningkat, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir Senin, 2 Agustus 2021

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 22:05 WIB
POLA perlambatan kecepatan angin menunjukkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah besok, Senin, 2 Agustus...
Dok MI

Besok, Jokowi Umumkan Nasib PPKM Level 4

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 21:37 WIB
Bila kasus covid-19 masih tinggi di beberapa daerah, bukan tidak mungkin kebijakan PPKM level 4 akan diperpanjang seminggu...
CDC

Varian Delta Menular Secepat Cacar Air

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 21:30 WIB
KECEPATAN penularan virus covid-19 dari varian Delta sama cepatnya dengan penularan virus cacar air dan sama-sama dapat menyebabkan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya