Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK tiga jembatan putus akibat serangan Siklon Seroja di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mengisolasi delapan desa di Flores Timur. Hal tersebut membuat warga masih kesulitan untuk mendapatkan bantuan pascabencana.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengungkapkan hingga kini pihaknya masih terus berupaya untuk menjangkau semua wilayah terdampak bencana.
Adapun, sebanyak 513 relawan juga telah melakukan upaya penanganan darurat yang tersebar di beberapa wilayah terdampak di seluruh NTT. Lembaga kemanusiaan ini banyak bergerak untuk membantu masyarakat Flores Timur, kemudian di Kabupaten Lembata.
Sebanyak 30 lembaga berada di Flores Timur, sedangkan 19 lain di Lembata. Tim Koordinasi Desk Relawan juga mencatat lembaga kemanusiaan bekerja di Kota Kupang, Kabupaten Malaka, Sumba Timur, Kupang, Belu, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Alor, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah dan Manggarai Timur dan Barat.
"Lembaga kemanusiaan memberikan bantuan berupa terpal, bantuan pangan dan nonpangan , layanan medis, obat-obatan, dan dukungan psikososial. Pada awal bencana terjadi, mereka pun membantu proses evakuasi warga. Organisasi-organisasi ini masih terus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak," kata Raditya, Selasa (13/4).
Sementara itu, data BNPB pada Minggu (11/4), pukul 23.00 WIB, mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 177 orang di Provinsi NTT, sedangkan hilang 45 orang, luka-luka 154. Warga yang masih mengungsi berjumlah 16.033 orang. Rincian warga yang teridentifikasi mengungsi di Kabupaten Malaka sebanyak 5.468 jiwa, Lembata 2.345, Kupang 1.942 orang, Flores Timur 1.882, Rote Ndao 696, TTS 678, Sabu Raijua 346, Alor 299, Belu 272, Sumba Timur 219, TTU 156, Sumba Barat 80 dan Ende 34.
Siklon tropis Seroja yang memicu cuaca ekstrem juga mengakibatkan kerusakan pemukiman dengan total rumah rusak berat 13.184 unit, rusak sedang 7.801 dan rusak ringan 30.575.
Kondisi terkini beberapa aktivitas yang tampak di lapangan, seperti tim BPBD yang dibantu relawan dan masyarakat bergotong royong dalam pembersihan rumah dan akses jalan. Di samping itu, jaringan komunikasi sudah kembali normal. Namun demikian, jaringan telepon terganggu akibat perbaikan listrik yang membutuhkan proses pemadaman sesaat.
Sedangkan jaringan listrik di sebagian Flores Timur telah kembali normal. Di wilayah Kota Kupang, listrik di sebagian wilayah juga sudah menyala. (H-2)
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
BMKG Stasiun Maritim Tenau Kupang memprakirakan tinggi gelombang di sejumlah perairan di NTT dapat mencapai hingga 2,9 meter pada periode 8-14 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Foto udara sejumlah truk terjebak macet saat hendak menuju Pelabuhan Merak di Gerbang Tol Merak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
Hujan ekstrem di Depok menyebabkan 16 makam di TPU Muara Benda longsor ke Kali Ciliwung. Pemkot Depok segera pindahkan jenazah untuk cegah hanyut.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
Sebanyak 35 rumah rusak berat serta tertimbun akibat tanah longsor yang terjadi pada November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved