Rabu 07 April 2021, 23:51 WIB

Implementasi Mitigasi bencara Harus Jadi Perhatian Serius

Thomas Harming Suwarta | Humaniora
Implementasi Mitigasi bencara Harus Jadi Perhatian Serius

Antara/Aditya Pradana Putra
Dampak banjir bandang di Flores timur, NTT

 

ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Samsu Niang meminta keseriusan pemerintah dan pihak terkait penanganan bencana untuk mementingkan mitigasi bencana sebagai prioritas utama. Bencana yang datang seperti menimpa Nusa Tenggara Timur, sebenarnya sudah masuk dalam peta bencana nasional yang disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). 

Namun, implementasi kebijakan masing-masing daerah terhadap peta bencana masih sebatas di atas kertas. Peta bencana belum sungguh-sungguh dijadikan arahan untuk menyusun mitigasi bencana.

“Kita sudah punya peta. Bahkan indeks resiko bencana pun sudah disusun. Tapi itu akan menjadi sia-sia dan terulang terus bencana dengan korban banyak, karena tidak diikuti keseriusan dan kecepatan pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi dari pencegahan sampai penanggulangan. Padahal akan adanya bencana itu kan sudah bisa diprediksi sebelumnya,” kata Samsu menanggapi banyaknya korban meninggal dunia dalam bencana Nusa Tenggara Timur yang merenggut lebih dari 100 warga di 10 kabupaten kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/4)

Menurut politikus PDIP itu, berdasarkan indeks resiko bencana Indonesia yang disusun BNPB dari 10 wilayah yang terkena musibah Topan Tropis Seroja, hanya satu yang berisiko sedang yakni Kabupaten Sumba Barat. Sehingga sembilan wilayah lainnya yang masuk resiko bencana tingkat tinggi seharusnya sudah menjadi prioritas kewaspadaan pemerintah daerah setempat.

Samsu memaparkan mitigasi meliputi dua komponen yaitu bahaya atau hazards yakni fenomena alam atau buatan manusia yang merusak lingkungan hidup dan kerentanan atau vulnerability yakni satu keadaan masyarakat yang mengarah pada ketidakmampuan menghadapi suatu ancaman bahaya. 

Baca juga : Kapolri Distribusikan Bantuan di Lembata

“Mitigasi itu harus diperkuat, karena suatu bencana sebenarnya sudah bisa diprediksi walau tidak tahu kapan datangnya. Kita bisa melakukan persiapan mitigasinya. Kelemahan mendasar dari kita selalu pemerintah daerah yang lemah melakukan mitigasi,” ujarnya.

Samsu mengatakan meskipun pandemi Covid-19, bencana alam jangan dilupakan karena akan eksis selalu menjadi ancaman. 

“Peta bencana pada dasarnya sudah dibuka oleh BNPD. Tapi lagi-lagi daerah tidak agresif melakukan komunikasi dengan BNPB dan BPBD karena mereka tidak menjadikan bencana sebagai prioritas daerah masing-masing.” tukasnya.

Ke depan, Samsu meminta supaya mitigasi dan update peta resiko bencana menjadi titik serius yang diprioritaskan dalam penganggaran. (OL-7)

Baca Juga

Dok. Danone-Aqua

Ini Cara Menjaga Asupan MIneral saat Berpuasa

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 22 April 2021, 00:13 WIB
"Itulah mengapa, kita perlu memperhatikan kecukupan asupan air saat sahur, berbuka, dan sepanjang...
Ilustrasi

Respons Cepat Nadiem soal Kamus Sejarah Diapresiasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 21 April 2021, 23:46 WIB
Menurut Yenny, kamus yang menjadi perdebatan itu keluar sebelum Nadiem menjadi menteri, sehingga tidak berada dalam...
Dok. Zenius

Kemendikbud Optimistis Skor PISA 2022 Naik

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 21 April 2021, 23:24 WIB
Ia menyebutkan, masalah dasar yang mempengaruhi rendahnya hasil pendidikan di antaranya kualitas guru, infrastruktur dan tingkat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jejak Herbal Cagar Biosfer

Lingkungan alam di Malang menunjang pembudidayaan tanaman obat. Ada sejarah panjang yang melingkupinya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya