Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Samsu Niang meminta keseriusan pemerintah dan pihak terkait penanganan bencana untuk mementingkan mitigasi bencana sebagai prioritas utama. Bencana yang datang seperti menimpa Nusa Tenggara Timur, sebenarnya sudah masuk dalam peta bencana nasional yang disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).
Namun, implementasi kebijakan masing-masing daerah terhadap peta bencana masih sebatas di atas kertas. Peta bencana belum sungguh-sungguh dijadikan arahan untuk menyusun mitigasi bencana.
“Kita sudah punya peta. Bahkan indeks resiko bencana pun sudah disusun. Tapi itu akan menjadi sia-sia dan terulang terus bencana dengan korban banyak, karena tidak diikuti keseriusan dan kecepatan pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi dari pencegahan sampai penanggulangan. Padahal akan adanya bencana itu kan sudah bisa diprediksi sebelumnya,” kata Samsu menanggapi banyaknya korban meninggal dunia dalam bencana Nusa Tenggara Timur yang merenggut lebih dari 100 warga di 10 kabupaten kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/4)
Menurut politikus PDIP itu, berdasarkan indeks resiko bencana Indonesia yang disusun BNPB dari 10 wilayah yang terkena musibah Topan Tropis Seroja, hanya satu yang berisiko sedang yakni Kabupaten Sumba Barat. Sehingga sembilan wilayah lainnya yang masuk resiko bencana tingkat tinggi seharusnya sudah menjadi prioritas kewaspadaan pemerintah daerah setempat.
Samsu memaparkan mitigasi meliputi dua komponen yaitu bahaya atau hazards yakni fenomena alam atau buatan manusia yang merusak lingkungan hidup dan kerentanan atau vulnerability yakni satu keadaan masyarakat yang mengarah pada ketidakmampuan menghadapi suatu ancaman bahaya.
Baca juga : Kapolri Distribusikan Bantuan di Lembata
“Mitigasi itu harus diperkuat, karena suatu bencana sebenarnya sudah bisa diprediksi walau tidak tahu kapan datangnya. Kita bisa melakukan persiapan mitigasinya. Kelemahan mendasar dari kita selalu pemerintah daerah yang lemah melakukan mitigasi,” ujarnya.
Samsu mengatakan meskipun pandemi Covid-19, bencana alam jangan dilupakan karena akan eksis selalu menjadi ancaman.
“Peta bencana pada dasarnya sudah dibuka oleh BNPD. Tapi lagi-lagi daerah tidak agresif melakukan komunikasi dengan BNPB dan BPBD karena mereka tidak menjadikan bencana sebagai prioritas daerah masing-masing.” tukasnya.
Ke depan, Samsu meminta supaya mitigasi dan update peta resiko bencana menjadi titik serius yang diprioritaskan dalam penganggaran. (OL-7)
Dalam perkara ini, penyidik Polres Belu menerapkan Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
Polres Belu ungkap kronologi kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Atambua, NTT.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mendampingi 12 warga Jabar dalam menghadapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BMKG menyepakati bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting terjadi atau tidak terjadinya banjir.
Jepang telah menjadikan geosains sebagai basis pengambilan keputusan tertinggi.
Korban merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara, yang sedang mengemudikan kendaraan bernomor polisi B 2148 BOK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved