Selasa 06 April 2021, 20:06 WIB

'Presiden Malioboro' Meninggal Setelah Terpapar Covid-19

Antara | Humaniora

ANTARA FOTO/Dodo Karundeng
Poster bergambar Umbu Landu Paranggi

 

PENYAIR berjuluk "Presiden Malioboro", Umbu Wulang Landu Paranggi, meninggal dunia pada usia 78 tahun pada Selasa dini hari, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bali Mandara di Kota Denpasar, Bali, karena terserang COVID-19.

Menurut penyair Wayan Jengki Sunarta, Umbu Landu Paranggi menjalani perawatan di rumah sakit sejak Sabtu (3/4) malam.

"Pak Umbu kritis sejak tadi malam dan wafat pada Selasa dini hari pukul 03.55 WITA," kata Jengki.

Jengki turut memantau kondisi Umbu di Rumah Sakit Bali Mandara sejak Senin (5/4) sampai Umbu meninggal dunia pada Selasa dini hari.

"Saya bersama Mbak Dwi, Nuryana, Holi, Phala, dan kawan-kawan lain menunggu di RS. Kami enggak bisa nengok Pak Umbu langsung, tetapi menunggu di lobi, tim medis yang memberikan informasi berkala pada kami," katanya.

Jengki menuturkan bahwa pada Sabtu (3/4) sekitar pukul 19.00 WITA, Umbu diantar ke rumah sakit oleh beberapa pegiat sastra, yang kemudian menunggui dan memantau kondisi Umbu di rumah sakit hingga dia meninggal dunia.

Baca juga: SMRC: Di Era Jokowi Rakyat Makin Takut Mengekspresikan Pendapat

"Kami semua merasa sangat kehilangan dengan kepergian Beliau. Dan Indonesia tentu kehilangan salah satu putra terbaiknya di bidang sastra," kata Jengki.

Umbu dilahirkan di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada 10 Agustus 1943.

Penyair dengan julukan "Presiden Malioboro" itu pada 1968 bersama penyair seperti Suwarna Pragolapati, Iman Budi Santosa, dan Teguh Ranusastra Asmara membidani dan mengasuh Persada Studi Klub (PSK) yang menangani rubrik puisi di Mingguan Pelopor Yogya.

Komunitas satra itu kemudian melahirkan nama-nama besar seperti Emha Ainun Nadjib, Korrie Layun Rampan, Linus Suryadi AG, dan Yudistira Adi Nugraha.

Menurut Jengki, Umbu menetap di Bali sejak tahun 1979. Jengki mengenangnya sebagai penyair yang selalu punya cara unik untuk membangkitkan gairah apresiasi sastra.

"Bagi Umbu, puisi adalah kehidupan dan kehidupan adalah puisi. Penyair Bali generasi 1980-an, 1990-an, dan 2000-an rata-rata pernah bergesekan dengan vibrasi Umbu," katanya.(OL-4)

Baca Juga

MI/Barry Fatahillah

Mantan Gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja Berpulang

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 13:31 WIB
MANTAN Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirdja meninggal dunia pada Selasa...
Antara

Rencananya Siswa SMK Dilibatkan Dalam Produksi Laptop Chromebook

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 12:55 WIB
Kemendikbudristek menggandeng Google Indonesia dan 6 industri elektronik dalam negeri untuk memproduksi laptop Chromebook dan direncanakan...
MI/RAMDANI

Stabil, Syarat Pasien Sakit Jantung untuk Bisa Divaksin Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 12:35 WIB
Tanpa gejala atau keluhan di sini yakni tidak merasa sesak, nyeri dada, mudah lelah, keterbatasan aktivitas, berdebar, kaki bengkak, dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya