Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KAUM perempuan diharapkan mempunyai wawasan luas dan moderat, karena harus mempersiapkan generasi penerus bangsa, serta berperan besar dalam menggerakkan masyarakat secara positif guna mengarahkan pada moderasi beragama dengan mengedepankan cara-cara pengamalan ajaran agama yang moderat.
"Sebuah negara akan kuat apabila ada kerukunan antar masyarakatnya. Hal paling mendasar mencapai nya melalu pengajaran agama yang moderat yang dilakukan melalui pendidikan," kata Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto pada Webinar Moderasi Beragama bersama Kementerian Agama.
Menurut Giwo, toleransi dan pengakuan segala bentuk perbedaan yang ada dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan ajaran dari tiap kepercayaan, disinilah masuk penguatan moderasi beragama.
Dikatakan dalam.mengkaji buku Moderasi Beragama yang diterbikan Kemenag ,Giwo berharap dapat memberikan pemahaman moderasi beragama dalam kehidupan umat beragama serta langkah-langkah yang diperlukan untuk implementasinya.
Giwo menegaskan, dengan menjadi umat beragama yang moderat dengan tetap mengamalkan agama yang diyakini secara baik dan sekaligus menjaga hubungan yang harmoni dengan umat yang berbeda keyakinan dan beda pendapat dalam menafsirkan ajaran agama.
"Hal ini tentunya kita jadikan komitmen bersama dimana setiap warga masyarakat apa pun suku, etnis, budaya, agama dan pilihan politik harus mau saling mendengarkan satu sama lain, serta saling belajar melatih kemampuan dalam mengelola dan mengatasi perbedaan agar menjaga sikap kebersamaan umat dengan sikap tenggang rasa, yaitu merupakan warisan leluhur yang mengajarkan kita untuk saling memahami dan ikut merasakan satu sama lain yang berbeda dengan kita, " papar Giwo
Giwo mengapresiasi terbitnya buku moderasi agama terbitan Kementerian Agama yang memberikan pencerahan dan wawasan luas dalam beragama. Kongres Wanita Indonesia atau Kowani lanjut Giwo mengharapkan seluruh organisasi yang ada di Kowani mendapatkan buku cetak Moderasi Beragama tersebut
Dalam kesempatan sama, Prof Masytoh mengemukakan, beragama yang moderat adalah seimbang serta meneguhkan komitmen kebangsaan terhadap NKRI. Indonesia sebagai negara berdasarkan Pancasila, berfalsafah Bhineka Tunggal Ika sangat menekankan terciptanya kerukunan beragama, dan kebebasan untuk mejalankan keyakinan agamanya masing-masing.
Baca juga : Solusi Atasi Tantangan Kesehatan dan Gaya Hidup Sehat
"Sikap moderat dalam beragama pada dasarnya keadaan yang dinamis, selalu bergerak, karena moderasi pada dasarnya merupakan proses pergumulan terus menerus yang dilakukan masyarakat yang muaranya kerukunan dan kedamaian, " ujar.nya.
Ia mengutarakan moderasi beragama dalam konteks Indonesia , melalui kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara yakni NKRI, harus selalu di isi dengan prinsip adil, berimbang, akomodatif, inklusif dan toleransi yang menjadi indikator adanya moderasi.
Ajaran agama berada dalam kerangka antara dimensi Ketuhanan dan dimensi manusia. Tuhan sebagai pemberi mandat dan manusia penerima mandat. Nilai-nilai Ilahia dan nilai-nilai insaniah akan menjadi sosial kapital, modal sosial dalam hubungan atau interaksi yang rukun diantara sesama warga bangsa.
Ia menyatakan keberagaman merupakan sebuah keniscayaan, perpecahan merupakan kehancuran.
"Sikap ekstrim atas nama apapun akan mengakibatkan konflik dan kebinasaan, " tegasnya.
Hemat.dia. masyarakat Indonesia memiliki modal sosial dan kultural yang cukup mengakar. Sikap tenggang rasa, toleransi, saling menghormati, menghargai keragaman dan seterusnya. Nilai-nilai fundamental seperti itu menjadi fondasi dan filosofi masyarakat di nusantara.
"Dan nilai-nilai tersebut dimiliki oleh semua agama yang pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang sama, ".pungkas Masytoh yang juga mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta ( UMJ) (RO/OL-7)
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Perjuangan untuk Palestina tidak hanya dilakukan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa, edukasi, dan penyadaran masyarakat.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
Refleksi 80 tahun Kementerian Agama menjaga kerukunan, pendidikan, dan pengelolaan dana umat demi kemaslahatan bangsa Indonesia.
LIGA Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) menyerukan penguatan solidaritas dan persatuan umat Islam di tengah tantangan global saat ini.
SEKRETARIS Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, mengatakan, penguatan nilai-nilai moderasi beragama di generasi muda adalah yang yang fundamental.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen (Dirjen Bimas Kristen) Jeane Marie Tulung turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam apel Hari Santri.
BPIP dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggelar diskusi bertajuk “Aktualisasi Nilai Ketuhanan dan Kebangsaan dalam Menjaga Moderasi Beragama di Indonesia”. Edukasi Pancasila
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved