Senin 29 Maret 2021, 08:29 WIB

Semakin Cepat Vaksinasi, Semakin Baik

Faustinus Nua | Humaniora
Semakin Cepat Vaksinasi, Semakin Baik

ANTARA FOTO
Ilustrasi vaksinasi

 

GURU Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Dr. Kusnandi Rusmil mengatakan guna mencegah penyebaran penyakit covid-19, vaksinasi menjadi salah satu hal yang penting untuk dilakukan. Semakin cepat dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang divaksinasi akan semakin baik.

“Vaksinasi itu penting dan perlu. Apalagi untuk penyakit yang kita belum kenal ini,” ujar Prof. Kusnandi dikutip dari laman Unpad, Senin (29/3).

Dijelaskannya, vaksin berguna menciptakan imunitas individu untuk mencegah penyakit infeksi tertentu. Jika sebagian besar masyarakat divaksinasi, maka kemampuan patogen untuk menyebar sangat terbatas. Vaksinasi juga dapat melindungi kelompok yang tidak diimunisasi.

Jika banyak masyarakat yang telah kebal, diharapkan akan timbul imunitas kelompok. Hal ini akan memutus penularan pada kelompok yang tidak dapat diimunisasi, misalnya bayi kecil dan penderita imunokompromais.

"Sehingga muncul herd immunity atau indirect atau population immunity. Kekebalan komunitas," jelasnya.

Baca juga: Epidemiolog: Evaluasi untuk Tingkatkan Cakupan Vaksinasi Lansia

Ketua tim riset uji klinis vaksin Sinovac ini mengatakan, pada umumnya vaksinasi penting karena dapat mencegah penyakit berbahaya yang tak jarang menimbulkan kematian atau setidaknya menyebabkan kecacatan. Tujuan akhirnya adalah eradikasi penyakit.

"Apabila kita akan melakukan kekebalan komunitas maka paling tidak kita harus mengimunisasi 70% dari jumlah penduduk yang ada, sehingga yang 30% itu akan terlindungi," ujarnya.

Guru Besar bidang kedokteran anak ini mengungkapkan biasanya proses pengembangan dan pengujian suatu vaksin baru sangat rumit dan kompleks. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan vaksin yang aman dan efektif daam mencegah penyakit.

Namun, vaksin covid-19 mengalami percepatan dalam proses penelitiannya sesuai dengan imbauan dari WHO.

"Oleh karena situasi pandemi, maka WHO meminta supaya penelitian mengenai vaksin ini dipercepat," terangnya.

Lebih lanjut, Kusnandi mengatakan Indonesia saat ini berupaya melakukan optimalisasi imunisasi yakni dengan melindungi atau menjamin keselamatan penduduk, menjamin sumber produksi, dan meningkatkan kesejahteraan.

Selain vaksinasi covid-19, pelaksanakan protokol kesehatan yang ketat tetap harus dilakukan. Individu yang sudah divaksinansi masih ada kemungkinan terkena penyakit ini namun lebih ringan.

Ia pun menjelaskan antibodi pada vaksin Sinovac akan terbentuk maksimal 2 minggu setelah suntikan kedua.

"Sehingga kalau kita sudah diimunisasi, tetap jaga 5M, jaga badan kita supaya tetap sehat dan supaya tidak terpapar," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

HO

ICONZ 2022 Dorong Zakat Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

👤Widhoroso 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:38 WIB
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-6 atau The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ)...
Ist

Proyek SMPEI Sukses Ubah Pola Pikir Masyarakat Tentang Lahan Gambut

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:21 WIB
Proyek Sustainable Management Peat-Land Ecosystems Indonesia (SMPEI) telah berhasil merubah pola pikir dan keyakinan masyarakat tentang...
Antara/Ari Bowo Sucipto.

Link Download Twibbon Hari AIDS Sedunia 2022 Terpopuler

👤Meilani Teniwut 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:21 WIB
Ini dapat mudah dilakukan jika kamu punya link twibbon yang berisi bingkai foto berlatar belakang Hari AIDS...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya