Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
LITERASI adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan kecakapan yang dimiliki dalam hidupnya, lebih dari sekadar kemampuan baca tulis. Dengan kata lain, seseorang yang literate, harus mampu beradaptasi terhadap perubahan, mampu memecahkan masalah, mampu berinovasi dan berkreasi untuk menjadi lebih mandiri dan sejahtera baik untuk dirinya sendiri, masyarakat, dan negara.
Hal ini tak terkecuali dilakukan oleh aparat sipil negara (ASN). Poin itu disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan 2021, Senin, (22/3), yang mengangkat tema “Integrasi Penguatan Sisi Hulu dan Hilir Budaya Literasi dalam Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural”.
Ia mengutip bahwa bangsa yang cerdas adalah bangsa yang belajar. Bangsa yang belajar direfleksikan dari kebiasaan membaca dan menulis dengan baik (budaya literasi). Kemudian budaya literasi yang baik direfleksikan dari tingginya kegemaran membaca dan menulis.
“Belajar tanpa berfikir tidaklah berguna, tapi berfikir tanpa belajar sangatlah berbahaya,” kata Tjahjo mengutip Ir. Soekarno.
Tjahjo Kumolo menjabarkan beberapa manfaat peningkatan literasi bagi ASN, antara lain, peningkatan pengetahuan diri sendiri dan membaginya kepada masyarakat tentang berbagai hal baru serta cara baru dalam bekerja dengan berusaha untuk mendapatkan hasil lebih optimal dan bermanfaat.
Manfaat lainnya adalah membantu meningkatkan tingkat pemahaman dalam mengambil cara pandang atau kesimpulan dari informasi dan pengetahuan yang didapatkan.
Baca juga : Begini Upaya Jateng Genjot Literasi Lewat Perpustakaan
“Meningkatkan kemampuan dalam memberikan penilaian kritis terhadap suatu fenomena atau data, juga meningkatkan kemampuan untuk berinovasi dan kreatif serta menciptakan ide-ide baru yang bermanfaat untuk lembaga, masyarakat dan negara,” katanya.
Ia mengatakan, ASN juga bisa membantu menumbuhkan dan mengembangkan budi pekerti, empati dan toleransi dalam berinteraksi sosial, meningkatkan nilai kepribadian seseorang melalui kegiatan lebih produktif dan positif, juga menjadi motor dalam menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat secara luas dan mempercepat menciptakan masyarakat yang literat.
“Bisa membantu meningkatkan kualitas penggunaan berbagai sumber daya, sehingga lebih bermanfaat dengan merujuk pada sumber-sumber yang dapat dipercaya,” sambungnya.
Peran ASN sebagai agen literasi ini dapat dijalankan sesuai fungsinya. Pada bidang kelembagaan, perpustakaan bisa berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.
Pada bidang SDM aparatur, SDM aparatur bidang kepustakaan, khususnya JF Pustakawan, selayaknya menjadi garda terdepan dalam mengembangkan budaya literasi.
“Layanan perpustakaan juga harus menyesuaikan diri dengan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara memadai dan maksimal,” tutur dia. (RO/OL-7)
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Skor PISA 2022 menempatkan literasi membaca siswa Indonesia pada angka 359 poin, masih di bawah rata-rata internasional.
MEMPERINGATI Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo sukses menggelar “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” bersama Solo Book Party (SBP).
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Selain perpustakaan, UBM menghadirkan The UBM Immersive Design Lab sebagai ruang eksplorasi berbasis teknologi bagi mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved