Minggu 21 Maret 2021, 05:35 WIB

Vaksinasi Guru bukan Syarat Utama dalam Belajar Tatap Muka

Micom | Humaniora
Vaksinasi Guru bukan Syarat Utama dalam Belajar Tatap Muka

ANTARA/Maulana Surya
Siswa SMP Negeri 13 Solo mengikuti simulasi belajar tatap muka di Solo, Jawa Tengah, Kamis (18/3)

 

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah tak menjadikan vaksinasi guru sebagai dasar pembukaan sekolah tatap muka pada Juli mendatang. Pemerintah hendaknya lebih mengutamakan persiapan insfrastruktur dan protokol kesehatan di sekolah.

''Pemerintah harus memastikan seluruh protokol kesehatan sudah disosialisasikan ke warga sekolah, termasuk orang tua siswa. Tanpa itu, potensi sekolah menjadi klster baru covid-19 menjadi sangat besar,'' ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangan resminya, Sabtu (20/3).

Ahli epidemiologi Griffith University, dr. Dicky Budiman, juga mengatakan indikator pelaksanaan sekolah tatap muka tidak bisa hanya berpatokan pada proses vaksinasi covid-19 untuk para guru.

Baca juga: Masih Ada 69 Kabupaten/Kota yang masih Doyan Berkerumun

"Vaksinasi hanya salah satu saja bagian dari upaya untuk mengamankan proses tatap muka. Dan vaksinasi ini bukan terbatas pada guru tapi siswa, staf sekolah termasuk keluarga siswa, keluarga guru dan masyarakat," kata Dicky ketika dihubungi Sabtu (20/3).

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI tengah menggodok konsep sekolah percontohan yang dimungkinkan buka di tengah pandemi ini.

Menurut Riza Patria rencana pembukaan sekolah itu tentunya dengan syarat-syarat yang ketat sesuai dengan protokol kesehatan dengan pembatasan murid sebanyak 50%. Pembukaan sekolah percontohan yang ditunjuk ini pun memerlukan persetujuan dari semua pihak termasuk orang tua murid.

"Jakarta belum memutuskan untuk dibuka (sekolah). Namun, demikian sekarang dinas pendidikan tengah membuat satu konsep pilot project di beberapa sekolah di Jakarta untuk percontohan dimungkinkannya tatap muka," katanya, Jumat (19/3) malam.

Anggota Komisi E DPRD DKI yang membidangi pendidikan, Rani Mauliani, mengingatkan Pemprov DKI untuk menjadikan kesiapan protokol kesehatan yang ketat sebagai perhatian utama. Pasalnya, para murid belum mendapatkan vaksin sehingga masih rentan tertular.(Wan/Hld/X-10)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Warga Jatiasih Kumpulkan Donasi Rp272 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 10:41 WIB
Donasi itu bagian dari target bantuan sebesar Rp2 miliar yang tengah dihimpun Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi hingga 12 Desember...
dok.kemendes

Peringati HBT ke-72, Gus Halim Serahkan Sejumlah Penghargaan dan Bantuan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 10:22 WIB
MENDES PDTT, Abdul Halim Iskandar menyerahkan sejumlah penghargaan dan bantuan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Transmigrasi (HBT)...
Ist

Kegiatan Penganugerahan Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2022 Digelar Malam Ini

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 09:38 WIB
Para peraih Ikon Prestasi Pancasila juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi BPIP dalam setiap upaya pembumian nilai-nilai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya