Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta agar setiap desa yang rawan terjadi gempa dan tsunami memiliki peta evakuasi yang dibuat oleh pemerintah setempat.
"Meskipun BMKG sudah memiliki peta evakuasi yang sudah dihitung dengan komputer dan perhiungan, perlu dibuat peta desa yang disusun dengan mengacu peta dari pusat tapi dicocokkan dengan desa. Peta skala mikro," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam webinar yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (16/3).
Baca juga: Susu Ini Diklaim Mendukung Imunitas dan Kurangi Risiko Penyakit
Pasalnya, kata dia, peta evakuasi yang disusun oleh pemerintah setempat diharapkan akan lebih mudah dipahami, berbeda dengan peta evakuasi BMKG yang disajikan terlalu teknis.
"Karena saat terjadi bencana, yang akan mengevakuasi bukan orang BMKG, tapi masyarkat desa sendiri. Kalau peta evakuasi membuat sendiri, itu akan lebih dipahaminya daripada peta yang dibuat BMKG," bebernya.
Selain itu, dirinya meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membuat perencanaan kontijensi hingga tingkat desa, mulai dari perencanaan jalur evakuasi hingga penguatan tim siaga bencana.
"Tiap desa pasti ada tim siaga bencana, perlu dikuatkan, rutin gladi. Jangan setahun sekali. Untuk tingkat desa mungkin rutin gladi evakiasi sebulan sekali. Sering-seringlah berlatih untuk melakukan evakuasi," imbau Dwikorita.
"Terakhir, untuk kabupaten tolong kelengkapan sarana dan prasarannya dicek, kalau ada yang kurang mohon diusulkan, nanti kita dari pusat akan merekomendasikan," tambahnya.
Hal senada diungkapkan oleh Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan. Ia menyatakan, penting bagi masyarakat untuk memahami potensi bencana serta risiko yang kemungkinan akan timbul akibat bencana tersebut.
"Latihan-latihan, simulasi dan sosialisasi harus terus dilakukan sehingga masyrakat sudah memahami jika terjadi tsunami apa yang harus dilakukan, termasuk menyiapkan rencana evakuasi di level desa dan kelurahan yang rawan tsunami," ucap Lilik.
Pada kesempatan tersebut, Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, wilayah selatan pulau jawa memang rawan terjadi tsunami. Ia menyatakan, pantai selatan jawa tengah dan DIY memiliki status awas dengan estimasi tsunami di atas 3 meter.
"Ada peningkatan jumlah kegempaan di sekitar Jawa Tengah dan DIY mulai Januari. Potensinya ada peningkatan. Kita perlu berjaga-jaga," ungkap Daryono.
"Kalau kita belajar dari pengalaman, gempa Yogyakarta pada 27 mei 2006, sejak 2004 BMKG sudah mencatat ada gempa-gempa kecil lemah yang meningkat. Lalu kemudian lebih sering terjadi mulai September, Desember, Januari, lalu Mei jadi gempa kuat. Kalau ada gempa kecil, itu gejala. Kita harus lebih siap dan waspada. Karena kita tidak bisa meramalkan kapan terjadinya gempa maupun tsunami," jabarnya. (H-3)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Sepanjang periode waktu tersebut tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG memprediksi cuaca Jakarta hari ini 20 Januari 2026 akan diguyur hujan ringan hingga sedang secara merata. Simak detail suhu dan kelembapannya.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved