Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DIKENAL sebagai penyakit dengan 1.000 wajah, gejala covid-19 sangatlah beragam dan berbeda-beda pada setiap individu. Bahkan, baru-baru ini disebutkan bahwa nyeri punggung juga merupakan salah satu gejala terbaru dari covid-19. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, nyeri punggung yang disebabkan oleh covid-19 dikelompokkan sebagai nyeri dan nyeri otot umum.
Menurut laporan dari World Health Organization (WHO), yang menganalisis hampir 56.000 kasus covid-19 di Tiongkok, menemukan bahwa hampir 15% pasien mengalami nyeri dan nyeri otot.
“Covid-19, seperti virus lainnya akan menyebabkan gejala sistemik. Mirip dengan flu, covid-19 dapat menyebabkan rasa sakit yang menyeluruh di seluruh tubuh,” kata Marcus Duda, ahli bedah ortopedi dan pendiri Vive Wear.
Saat sakit, tubuh akan memicu respons kekebalan untuk melawan apa yang tidak semestinya. Seperti bakteri atau virus berbahaya.
“Nyeri sendi di punggung dan kaki disebabkan oleh respons peradangan tubuh terhadap virus. Infeksi virus ini menyebabkan gemetar, menggigil, nyeri tubuh, dan kesulitan mobilitas,” kata Duda.
"Lebih khusus lagi, nyeri dan nyeri otot terjadi akibat sel-sel sistem kekebalan yang melepaskan interleukin, yang merupakan protein yang membantu memerangi patogen yang menyerang," tambah Richard Watkins, MD, dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University dilansir Prevention.
Jika Anda mengalami nyeri otot yang disertai dengan gejala seperti demam, batuk kering, kehilangan indra penciuman atau perasa, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau nyeri di area lain, itu bisa menjadi tanda covid-19. Bentuk nyeri punggung ini terasa seperti kram atau kejang pada otot punggung.
“Covid-19 unik karena menyebabkan peningkatan respons peradangan di paru-paru dan otak. Itulah mengapa pasien positif covid-19 dapat mengalami sakit kepala yang berkepanjangan selama berbulan-bulan setelah virus teratasi, dan mengapa orang terkadang membutuhkan oksigen atau dukungan ventilator," ujar Duda.
"Secara umum, rasa sakit dan nyeri yang kamu rasakan akibat covid-19 terasa jauh berbeda dari rasa sakit yang kamu rasakan setelah berolahraga. Misalnya, rasa sakit karena berolahraga cenderung hilang setelah beberapa jam, tetapi dapat bertahan selama berhari-hari pada gejala covid-19,” timpal Watkins. (Medcom.id/H-2)
Presiden Prabowo menjajaki kerja sama STEM dan kedokteran dengan 24 universitas terkemuka Inggris demi memperkuat pendidikan tinggi dan tenaga medis RI.
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah bakal merealisasikan pembukaan kampus-kampus kedokteran di berbagai daerah sebagai langkah konkret menjawab kebutuhan nasional.
Kemdiktisaintek mendukung upaya Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) dalam memperbaiki tata kelola dan sistem perguruan tinggi di bidang pendidikan kedokteran.
Magnetic Resonance Imaging (MRI) sudah lama menjadi standar emas di dunia medis modern.
DERETAN kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter di berbagai wilayah telah memicu kemarahan publik karena tercela dan mencoreng profesi kedokteran.
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved