Rabu 10 Maret 2021, 10:40 WIB

Jadi Gejala Covid-19, Waspadai Nyeri Punggung Berhari-Hari Lamanya

Zubaedah Hanum | Humaniora
Jadi Gejala Covid-19, Waspadai Nyeri Punggung Berhari-Hari Lamanya

CDC
Ilustrasi virus korona

 

DIKENAL sebagai penyakit dengan 1.000 wajah, gejala covid-19 sangatlah beragam dan berbeda-beda pada setiap individu. Bahkan, baru-baru ini disebutkan bahwa nyeri punggung juga merupakan salah satu gejala terbaru dari covid-19. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, nyeri punggung yang disebabkan oleh covid-19 dikelompokkan sebagai nyeri dan nyeri otot umum.

Menurut laporan dari World Health Organization (WHO), yang menganalisis hampir 56.000 kasus covid-19 di Tiongkok, menemukan bahwa hampir 15% pasien mengalami nyeri dan nyeri otot.

“Covid-19, seperti virus lainnya akan menyebabkan gejala sistemik. Mirip dengan flu, covid-19 dapat menyebabkan rasa sakit yang menyeluruh di seluruh tubuh,” kata Marcus Duda, ahli bedah ortopedi dan pendiri Vive Wear.

Saat sakit, tubuh akan memicu respons kekebalan untuk melawan apa yang tidak semestinya. Seperti bakteri atau virus berbahaya.

“Nyeri sendi di punggung dan kaki disebabkan oleh respons peradangan tubuh terhadap virus. Infeksi virus ini menyebabkan gemetar, menggigil, nyeri tubuh, dan kesulitan mobilitas,” kata Duda.

"Lebih khusus lagi, nyeri dan nyeri otot terjadi akibat sel-sel sistem kekebalan yang melepaskan interleukin, yang merupakan protein yang membantu memerangi patogen yang menyerang," tambah Richard Watkins, MD, dokter penyakit menular dan profesor penyakit dalam di Northeast Ohio Medical University dilansir Prevention.

Jika Anda mengalami nyeri otot yang disertai dengan gejala seperti demam, batuk kering, kehilangan indra penciuman atau perasa, sakit tenggorokan, sakit kepala, atau nyeri di area lain, itu bisa menjadi tanda covid-19. Bentuk nyeri punggung ini terasa seperti kram atau kejang pada otot punggung.

“Covid-19 unik karena menyebabkan peningkatan respons peradangan di paru-paru dan otak. Itulah mengapa pasien positif covid-19 dapat mengalami sakit kepala yang berkepanjangan selama berbulan-bulan setelah virus teratasi, dan mengapa orang terkadang membutuhkan oksigen atau dukungan ventilator," ujar Duda.

"Secara umum, rasa sakit dan nyeri yang kamu rasakan akibat covid-19 terasa jauh berbeda dari rasa sakit yang kamu rasakan setelah berolahraga. Misalnya, rasa sakit karena berolahraga cenderung hilang setelah beberapa jam, tetapi dapat bertahan selama berhari-hari pada gejala covid-19,” timpal Watkins. (Medcom.id/H-2)

 

Baca Juga

DOK Sahabat Ganjar

ITS Surabaya Juara Hackaton 2022 Jawa Timur

👤Widhoroso 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:14 WIB
TIM Victorits dari Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, meraih juara ajang Hackathon 2022 Jawa Timur yang berakhir Minggu...
ANTARA/Ampelsa

Peringatan HANI 2022, Kualitas SDM untuk Bangun Karakter Remaja Jadi Tantangan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:10 WIB
Sekarang ini mental emotional disorder atau gangguan mental emosional pada anak remaja dalam keluarga meningkat pesat pada 2018 jika...
Dok. Kemenparekraf

Sandiaga Tekankan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:07 WIB
Selain memahami akan potensi yang ada, masyarakat juga harus paham nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya