Rabu 10 Maret 2021, 11:25 WIB

Kanker Bagian dari Proses Evolusi Virus

Zubaedah Hanum | Humaniora
Kanker Bagian dari Proses Evolusi Virus

Istimewa
Sel kanker

 

VIRUS menjadi kata yang sering didiskusikan selama pandemi covid-19. Namun, virus lebih kompleks dari sekedar pandemi. Virus juga yang memicu kemunculan kanker.

Hal itu ditegaskan oleh Prof Frank Roesl dari German Cancer Research Center (DKFZ), Heidelberg, Jerman, dalam kuliah tamu daring yang diadakan oleh Sekolah dan Ilmu Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), belum lama ini. Saat itu, Roesl memberikan materi berjudul, The Role of Viruses in the Development of Human Cancer.

"Penyebab dari kanker adalah keadaan genetik yang rentan terpengaruh (genetic predisposition), peradangan kronis (chronical inflammation), zat karsinogenik (carcinogenic substances), penyinaran sinar (irradiation), dan infeksi (infections)," kata Roesl, seperti dilansir dari laman ITB, Rabu (10/3).

Saat membahas infeksi sebagai penyebab kanker, Prof Roesl mengatakan, virus tumor yang berperan pada kanker manusia adalah HPV atau human papilloma viruses.  

"Kanker juga proses dari evolusi. Kanker perlu mengalami evolusi agar dapat bertahan hidup terutama karena faktor hypoxia. Hypoxia adalah keadaan sel yang kekurangan oksigen untuk dapat bekerja," terangnya.

Kuliah tamu yang dihadiri 150 orang itu merupakan bagian dari Program World Class University ITB.  Dosen SITH Dr rer nat Marselina Irasonia Tan yang menjadi moderator di acara itu menjelaskan, penelitian yang telah dilakukan Roesl selama ini berfokus pada infeksi, inflamasi dan kanker.

Salah satu yang masih diteliti Roesl adalah peran infeksi HPV dalam menyebabkan kanker kutaneus (kulit). Tipe HPV yang telah diteliti ialah HPV5/8/32 yang berisiko sangat tinggi menyebabkan Non-Melanoma Skin Cancer (NMSC).

"Masih perlu ada penelitian lebih lanjut karena masih banyak misteri yang perlu diselesaikan di masa depan," ujar Roesl.

Pada 2008, penelitian mengenai HPV mengantarkan kolega Roesl, Harald zur Hausen menjadi penerima The Nobel Prize in Physiology/Medicine. Hausen menyabet nobel setelah menemukan bahwa HPV merupakan penyebab kanker serviks.

Diketahui, kanker serviks yang diakibatkan infeksi human papilloma virus (HPV) ini berada di peringkat kedua kasus kanker tertinggi di Indonesia. kanker serviks terjadi ketika sel-sel kanker berkembang di leher rahim, pintu masuk rahim dari vagina.

Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia (HOGI) menyatakan, infeksi HPV ini bisa dicegah melalui vaksinasi ke anak perempuan sejak dini di usia 9-10 tahun.  Untuk dosis vaksin diberikan selama dua kali. Setelah dewasa, vaksinasi HPV harus diberikan sebanyak tiga kali.

Melalui program vaksinasi HPV, Australia berhasil menurunkan insiden kanker hingga 40% setelah memulai program vaksinasi HPV nasional sejak 2007. (H-2)

 

Baca Juga

Medcom.id/Ilham Pratama

480 Peserta Raih Beasiswa OSC Medcom.id 2021

👤Ilham Pratama Putra 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 16:00 WIB
pemenang yang mendapatkan beasiswa S1 sebanyak 421 orang. Sedangkan penerima beasiswa S2 sebanyak 53...
MI/Bary Fathahilah

Kasus Konfirmasi Harian Naik, Masyarakat Diingatkan Tetap Disiplin Prokes

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 15:30 WIB
Selain terus menegakkan protokol kesehatan dan menyegerakan vaksinasi, masyarakat diminta menghindari serta mencegah terjadinya...
ANTARA / Aloysius Jarot Nugroho

Penjelasan Anak Umur 1-5 Tahun Belum Dapat Divaksinasi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 14:30 WIB
Pemberian vaksin harus didahulukan pada orang dewasa atau remaja karena memiliki daya tahan tubuh yang paling...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya