Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
EPIDEMIOLOG Universitas Indonesia (UI) Pandu Riona menyangsikan herd immunity atau kekebalan kelompok dapat tercapai melalui program vaksinasi dalam waktu dekat. Pasalnya, tingkat penularan covid-19 di Indonesia masih tinggi alias kurva penularan belum menunjukkan tanda-tanda menuju landai.
"Herd immunity menurut tim kami sesuatu yang tidak mungkin dicapai dalam waktu dekat. Setiap orang harus melalukan vaksinasi, 170 juta pada penduduk, supaya terjadi herd immunity. Mungkinkan tercapai herd imunity? Mungkinkah mencapai 170 juta? Apalagi Pak Presiden bilang setahun. Mau 18 bulan, mau setahun, kalau tim kami enggak mungkin. Itu mimpi, ilusi," ungkapnya dalam Forum Diskusi Salemba, Iluni UI, Rabu (3/3).
Menurut Pandu, vaksinasi merupakan salah satu strategi untuk mengendalikan pandemi. Artinya, vaksinasi harus tetap dibarengi dengan upaya pencegahan penularan covid-19 seperti 3M dan 3T.
Pandemi harus terlebih dahulu dikendalikan dan kemudian menuju herd immunity. Tidak ada lompatan proses yang bisa berbuah hasil efektif. Semua harus melalui proses dan yang terpenting mampu mengendalikan pandemi seperti yang dilakukan negara-negara lain.
"Enggak usah pakai ngomong herd imunity-lah. Yang penting kita bisa mengendalikan pandemi. Jadi pandemi ini harus terkendali, kita sudah setahun," tegasnya.
Dia memberi contoh vaksinasi polio yang masih terus berlangsung hingga saat ini. Penyakit yang muncul pada 1950-an tersebut sudah mampu dikendalikan semua negara. Jadi tanpa harus menyebut herd immunity, mengedalikan wabah sebenarnya sudah bisa membantu mengembalikan masyarakat pada aktivitas normal.
Apalagi, vaksin polio merupakan vaksin yang sudah diteliti bertahun-tahun dengan efikasi yang sangat tinggi. Vaksin covid-19 efikasinya masih sekitar 70%. (OL-14)
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved