Rabu 24 Februari 2021, 11:55 WIB

Presiden Sampaikan Pentingnya Kerja Sama Atasi Pandemi Covid-19

mediaindonesia.com | Humaniora
Presiden Sampaikan Pentingnya Kerja Sama Atasi Pandemi Covid-19

Akhmad Gunawan dan Handi Pranoto - BidKom IKA Unpad
International Conference Tackling The Covid-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy, And Social Perspectives, Selasa (23/2).

 

SAAT memberikan sambutan secara virtual pada International Conference Tackling The Covid-19 Pandemic: Health, Economics, Diplomacy, And Social Perspectives, Selasa (23/2), Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menegaskan tentang pentingnya kerjasama semua pihak dalam upaya mengatasi pandemi.

Jokowi menambahkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang cepat dalam melakukan diplomasi vaksin. Bahkan, menurutnya, upaya diplomasi telah dilakukan sejak awal pandemi.

Namun, Jokowi tetap mengingatkan bahwa vaksin bukan solusi satu-satunya untuk mengatasi pandemi. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan.

Selain Itu, diungkapkannya bahwa pemerintah akan terus menjalankan 3T (test, tracing, dan treatment) dan melaksanakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Konferensi Internasional Mengatasi Pandemi Covid-19 digagas IKA Unpad bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, Kadin, dan Islamic Chamber or Commerce, Industry, and Agriculture (ICCIA) digelar secara virtual mulai Selasa, 23 Februari hingga Kamis, 25 Februari 2021 di Hotel Pullman, Bandung, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Ketua IKA Unpad Irawati Hermawan menyatakan bahwa urgensi dari kegiatan ini adalah tentang pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mengatasi dan menangani pandemi yang masih terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia.

Ira berharap dengan peran serta semua pihak akan mampu merumuskan solusi atas permasalahan pandemi saat ini.

Di sisi akademisi, Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE. mengungkapkan bahwa Unpad terus melakukan upaya untuk memberikan solusi dengan menciptakan alat pendeteksi CePad serta memimpin uji klinis vaksin Sinovac.

Sementara itu, apresiasi atas kegiatan ini diberikan Ketua Kadin Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani. Menurutnya, kolaborasi dari semua pihak memang diperlukan untuk mengatasi pandemi. Ia menyatakan bahwa Kadin akan terus mendukung upaya pemerintah menanggulangi pandemi.

Dalam sesi lainnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kabar baik bahwa tingkat kesembuhan terus mengalami peningkatan dan angka kematian terus menurun.

Menurutnya, dari sisi perekonomian pun menunjukan tren positif dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Airlangga mengungkapkan bahwa Presiden RI menargetkan pada akhir tahun 2021, seluruh masyarakat Indonesia sudah dapat divaksinasi. 

Vaksin buatan dalam negeri

Dari sisi produksi vaksin, Direktur Operasi Bio Farma, Rahman Roestan mengungkapkan hambatan industri obat-obatan di dalam negeri. Kesulitan tersebut adalah kurangnya bahan baku dalam negeri, tingginya permintaan, dan adanya pembatasan sosial yang berpengaruh pada proses distribusi.

Namun menurutnya, untuk mengatasi masalah tersebut, Bio Farma melakukan kerjasama dengan industri obat-obatan negara lain serta mengadakan konsorsium dengan perguruan tinggi dalam negeri.

“Ada 3 poin penting dalam pengembangan vaksin yaitu transfer teknologi, kerjasama penelitian dan lengembangan, serta inovasi. Berkaitan dengan hal ini, Bio Farma telah berupaya mengadakan produksi vaksin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bekerjasama dengan Balitbangkes dan Unpad. Selain itu, Bio Farma pun mendukung Vaksin Merah Putih yang kini tengah dikerjakan,” jelas Rahman.

Kolaborasi Sinovac dan pemerintah Indonesia

Pembicara selanjutnya, Direktur Senior Sinovac Weining Meng menyampaikan bahwa posisi Indonesia sangat penting dalam mengendalikan pandemi bersama China dan Turki yang memiliki porsi jumlah penduduk 24% dari total jumlah penduduk dunia. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan kolaborasi antara Sinovac dengan Indonesia oleh Bio Farma.

Weining Meng menjelaskan bahwa Sinovac telah diakui dunia dengan 22 negara telah membeli dan menggunakan vaksin ini.

“Ada 17 negara yang telah meregistrasi, dan 26 negara sedang meregistrasi. Sinovac menargetkan akan melindungi 3.25 miliar jiwa di seluruh dunia,” ujar Weining.

Weining menambahkan bahwa Sinovac diproduksi di empat pabrik di China yaitu tiga pabrik di Beijing dan satu pabrik di Dalian. Keempat pabrik tersebut dapat memproduksi 400 juta dosis per tahun untuk 10 jenis vaksin. Khusus untuk Covid-19, ia menyatakan bahwa pabriknya dapat memproduksi 300 juta dosis per tahun.

“Uji klinis fase I dan II telah berhasil memenuhi target dan memenuhi persyaratan untuk dilanjutkan ke fase III. Dalam hal ini, Sinovac bekerja sama dengan 4 negara yaitu Indonesia, Turki, Chili, dan Brazil,” pungkas Weining. (RO/OL-09)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

KLHK Sebut Titik Panas di Provinsi Riau Menurun 12,2%

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 28 Februari 2021, 16:34 WIB
Penanggulangan karhutla selain melalui operasi penanggulangan dari darat juga dilakukan dukungan operasi melalui...
MI/Agus Utantoro

KAI Hadirkan Kembali Livery Lokomotif Periode 1953-1991

👤Putri Anisa Yuliani, Agus Utantoro 🕔Minggu 28 Februari 2021, 15:57 WIB
Lokomotif dengan livery vintage bentuk adaptasi dan apresiasi KAI untuk semakin dekat dengan masyarakat. Sekaligus wujud edukasi...
Dok BBKSDA NTT.

KLHK Sebut Bayi Hiu Menyerupai Manusia di Rote Alami Cacat Bawaan

👤Atalya Puspa, Palce Amalo 🕔Minggu 28 Februari 2021, 12:18 WIB
Mata yang tidak bermigrasi saat pembentukan embrio, yaitu berada pada bagian ventral, mengindikasikan adanya cacat bawaan atau congenital...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya