Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Obesitas terjadi ketika seseorang memiliki indeks massa tubuh (BMI) bernilai 30 atau lebih tinggi. BMI dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. BMI ini memberikan prediksi yang cukup akurat bagi masyarakat umum, namun tidak bisa diterapkan untuk bagi sebagian orang seperti atlet, dan ibu hamil.
Penyebab obesitas bisa beragam, seperti faktor genetik, gaya hidup keluarga, tidak aktif atau kurang berolahraga, pola makan yang tidak sehat, serta masalah medis tertentu.
Baca juga: Kanker Prostat, Kapan Waktu Tepat untuk Deteksi Dini?
Obesitas berbahaya karena bisa menimbulkan komplikasi penyakit seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung.
Simak tips mengatasi obesitas berikut:
Konsumsi buah dan sayur yang cukup
Sayuran memiliki kandungan serat yang tinggi dan rendah kalori, serta kaya akan vitamin, antioksidan, mineral, dan kalsium. Konsumsi sayur dan buah tidak hanya bagus untuk menurunkan berat badan, namun juga mengoptimalkan kesehatan secara keseluruhan
Tidur cukup dan berkualitas
Waktu tidur yang kurang, dan tidur yang tidak berkualitas terbukti memicu obesitas. Kurang tidur bisa menurunkan produksi hormon leptin. Hormon tersebut berfungsi meningkatkan rasa kenyang. Saat tubuh kekurangan kadar leptin, nafsu makan pun meningkat. Selain itu, kurang tidur juga bisa meningkatkan produksi hormon ghrelin yang bertugas merangsang nafu makan
Aktivitas fisik 30 menit sehari
Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari atau minimal 150 menit per minggu. Jika tidak sempat berolahraga, maksimalkan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari seperti naik turun tangga, cuci kendaraan sendiri, dan membersihkan halaman. Aktivitas ini juga menurunkan risiko penyakit jantung.
Kelola stres
Stres bisa menjadi salah satu alasan kelebihan berat badan, terutama bagi penderita diabetes. Sebuah penelitian mengatakan bahwa orang dengan sindrom metabolik (termasuk diabetes) dan gejala depresi memiliki peluang lebih kecil untuk dapat menurunkan berat badan. (H-3)
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Peneliti Universitas Bonn temukan manfaat luar biasa diet oat selama dua hari bagi penderita sindrom metabolik. Simak bagaimana oat mengubah bakteri usus dan kesehatan jantung.
Resistensi insulin adalah akar masalah diabetes dan obesitas yang sering tidak terdeteksi. Kenali gejala fisik, penyebab, dan cara memulihkannya secara alami di sini.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Studi terbaru mengungkap diabetes bukan sekadar masalah kesehatan, tapi ancaman bagi GDP dunia. Temukan mengapa pencegahan dini menjadi kunci stabilitas ekonomi.
Pada penderita diabetes, infeksi ini dapat berkembang lebih cepat, sulit disembuhkan, dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani secara tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved