Sabtu 20 Februari 2021, 12:25 WIB

Kanker Prostat, Kapan Waktu Tepat untuk Deteksi Dini?

Humaniora | Humaniora
Kanker Prostat, Kapan Waktu Tepat untuk Deteksi Dini?

ANTARA/Umarul Faruq
Tenaga kesehatan membagikan buah kepada pengendara pada aksi hari kanker sedunia di depan RS Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (4/2).

 

Kanker prostat diketahui menyasar kelenjar pada sistem reproduksi pria yang membungkus saluran kemih (uretra). Dokter spesialis urologi sekaligus staf pengajar Divisi Urologi Departemen Bedah FKUI-RSCM, Prof. dr. Chaidir Arif Mochtar menuturkan, semakin tua usia semakin besar peluang pria terkena kanker prostat. 

Staf medik Departemen Medik Urologi RSCM-FKUI, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid merekomendasikan pemeriksaan prostate-specific agent (PSA) saat pria berusia di atas 50 tahun.

Skrining bisa dilakukan sejak usia 40 tahun bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan umum (MCU) jika sudah ada riwayat keluarga sedarah seperti orang tua, saudara kandung atau anak telah didiagnosis kanker prostat.

Baca juga: Catat, Gunting Limbah Masker Sebelum Dibuang

"Skrining PSA di atas 50 tahun, kalau sudah ada keluarga sedarah terkena kanker prostat, boleh skrining dilakukan dari usia 40 tahun, usia itu sudah disarankan juga melakukan medical check up," kata dia dalam sebuah acara virtual.

Untuk menurunkan risiko terkena kanker prostat, penerapan pola hidup sehat, termasuk menghindari diet tinggi lemak dan rendah serat salah satunya bisa dilakukan.

Namun, meskipun gaya hidup sehat sudah diterapkan, masih ada peluang terkena kanker prostat yang diakibatkan faktor genetik yang belum bisa dijelaskan.

Dokter mendiagnosis terbentuknya kanker prostat dimulai ketika sel-sel di prostat mengalami perubahan dalam DNA mereka. DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan. Perubahan tersebut memberi tahu sel untuk tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel normal. Sel abnormal itu pun terus hidup, ketika sel lain mati.

Sel abnormal yang terakumulasi membentuk tumor yang dapat tumbuh untuk menyerang jaringan di sekitarnya. Pada akhirnya, beberapa sel abnormal dapat pecah dan menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lainnya.

Lebih lanjut, mereka yang akhirnya terdiagnosis kanker prostat lalu menjalani prosedur pembedahan karena stadium kanker masih awal juga disarankan kembali melakukan pemeriksaan PSA satu bulan kemudian.

"Berdasarkan hasil PSA akan ditentukan langkah berikutnya apakah ada tambahan radiasi misalnya, hormonal. Umumnya radiasi, karena yang tertinggal di daerah prostat. Kalaupun nilai PSA-nya masih ada maka penilaian perlu sinar (radiasi) atau tidak. Kalau hasilnya bagus, dalam beberapa bulan pertama akan dites untuk melihat tiba-tiba (PSA) naik atau tidak. Ada nilai PSA belum sesuai harapan lalu turun pelan-pelan," kata Chaidir. (Ant/H-3)

Baca Juga

Dok. Kemendikbud

Majalah DIKTI Raih Silver Winner di InMA 2021

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 25 Februari 2021, 00:18 WIB
penghargaan itu menjadi pemicu agar ke depan Ditjen Dikti terus memberikan informasi lebih banyak lagi dan juga dibutuhkan oleh...
Dok. UBL

Terapkan Prokes, UBL Gelar Wisuda Tatap Muka Selama 5 Hari

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 25 Februari 2021, 00:16 WIB
Wisuda offline dibagi menjadi tiga sesi, setiap sesinya diberlakukan untuk penyemprotan disinfektan pada area gedung sebagai bentuk...
Dok. Pribadi

Aklamasi, Abdul Ghoni pimpin Forkabi 2021-2026

👤Akmal Fauzi 🕔Kamis 25 Februari 2021, 00:14 WIB
Abdul Ghoni dipastikan memimpin ogranisasi setelah secara bulat terpilih dalam Musyawarah Besar (Mubes) DPP Forkabi pada 20-21 Februari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya