Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
ADANYA klaim sel dendritik dari Vaksin Nusantara bisa membentuk kekebalan tubuh atau antibodi seumur hidup terhadap covid-19, Peneliti Biomolekuler dari Australian National University (ANU) Dr Ines Atmosukarto menyampaikan bahwa klaim tersebut sebaiknya dibuka datanya untuk didiskusikan dalam forum ilmiah. Apalagi semua pihak mendukung penelitian dan inovasi tetapi yang paling penting adalah transparansi data dan komunikasi.
"Biasanya selesai uji klinis fase satu akan ada laporannya, mungkin bisa didiskusikan? Pernyataan seumur hidup berdasarkan apa sedangkan uji klinis fase satu baru terselenggara berapa bulan? Kok dari data beberapa bulan bisa menyimpulkan seumur hidup sedangkan vaksin yang selesai uji klinis fase 3 aja tidak ada yang membuat klaim demikian," kata dr Ines kapada Media Indonesia, Jumat (19/2).
Pernyataan tersebut disampaikan saat dimintai tanggapan terkait Vaksin Nusantara yang tengah dikembangkan oleh tim mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama-sama peneliti Universitas Diponegoro dan Laboratorium RSUP Kariadi Semarang serta Aivita Biomedical Corporation Amerika Serikat. Mereka mengklaim Vaksin Nusantara memiliki kelebihan kekebalan lebih lama dibanding beberapa varian antivirus lainnya karena menggunakan basis sel dendritik.
Ines menjelaskan pendekatan vaksin sel dentritik itu membutuhkan proses yang kompleks, fasilitas khusus dan tenaga ahli. Pendekatan ini biasanya dijajaki untuk pengobatan kanker. "Kenapa? Karena untuk pendekatan ini sel dendritik (yang merupakan sel darah putih tugasnya sebagai pasukan pengintai dalam tubuh) harus diambil dari darah pasien (proses ini perlu peralatan, dan membutuhkan waktu) - proses ini namanya leukapheresis," sebutnya.
Direktur Utama Lipotek Australia ini melanjutkan proses uji klinis yang juga lebih disiplin dan merepotkan. Dijelaskan, relawan harus diambil darah putihnya. Setelah itu relawan pulang dalam kondisi belum divaksinasi dan sel dendritiknya diutak-atik di laboratorium. Di sini sel dendritik diperkenalkan dengan antigen.
Langkah berikutnya, dikembalikan (dimasukkan ke tubuh relawan) baru sel dendritik melakukan pekerjaannya untuk mendidik sel T dan membantu sel B membuat antibodi. Lanjut dr Ines, setiap kali vaksinasi relawan harus melalui hal yang sama.
"Kebayang repotnya? Bandingkan dengan proses vaksinasi biasa dimana cukup datang, suntik ke lengan tunggu 30 menit dan pulang," tegasnya.
Menurutnya, dalam kondisi pandemi seperti saat ini yang diperlukan adalah vaksin yang simpel, murah, stabil dan mudah disimpan dan ditransportasi. Bukan pendekatan dengan memerlukan sarana dan tenaga khusus yang hanya ada di tempat tertentu.
Untuk itu Ines mengingatkan semua pihak harus menyadari bahwa tidak semua penelitian sama manfaatnya. Untuk penelitian yang memerlukan partisipasi relawan apalagi relawan orang sehat maka ada kewajiban moral untuk memastikan bahwa penelitian itu manfaatnya jelas, didasarkan kaidah ilmiah yang benar dan bersifat etis. "Penelitian yang berhubungan dengan pandemi penting sekali bersifat transparan dan terbuka karena semua proses pengujian agak lebih cepat diselesaikan," paparnya.(H-1)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Kemenkes memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam terbanyak
Di tengah maraknya produk yang beredar, kredibilitas riset dan sertifikasi menjadi kriteria seleksi utama bagi konsumen cerdas.
INDONESIA resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin tuberkulosis (Tb) berbasis inhalasi pertama di dunia.
Pil kontrasepsi pria eksperimental YCT-529 tanpa hormon lolos uji awal tanpa efek samping serius, membuka jalan jadi kontrasepsi pria pertama yang aman dan efektif.
Vaksin tuberkulosis merupakan vaksin tuberkulosis inhalasi pertama. Vaksin ini dikembangkan dengan menggunakan tiga antigen.
Pelaksanaan uji klinis dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved