Sabtu 13 Februari 2021, 16:40 WIB

Agar Efektif, Pembelajaran Daring Perlu Strategi yang Baik

Faustinus Nua | Humaniora
Agar Efektif, Pembelajaran Daring Perlu Strategi yang Baik

ANTARA/SISWOWIDODO
Seorang mahasiswa semester I Universitas Jember mengikuti kuliah secara daring di Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (12/10/2020).

 

Pandemi covid-19 membuat sejumlah aktivitas pembelajaran dilakukan dengan metode daring atau jarak jauh. Meski demikian, kualitas pembelajaran daring tetap harus dicapai.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring, diperlukan penyampaian materi secara menyenangkan dan muncul keterikatan antara dosen dan mahasiswa. Cirinya, mahasiswa merasa tertarik dan senang ketika berada di ruang belajar daring.

“Dulu waktu kita di kelas, sebelum pandemi kita bisa menciptakan engaging dengan mahasiswa secara mudah karena kita langsung tatap muka. Sekarang dengan online bagaimana caranya juga ada engagement antara dosen dan mahasiswa,” ujarnya dikutip dari laman Unpad, Sabtu (13/2).

Baca juga: Penelitian Mutasi Virus Sars-CoV-2 di Indonesia Masih Berjalan

Selain itu, dia menyebut perlunya mencermati hasil asesmen dalam mengukur ketercapaian pembelajaran di setiap sesi.

“Dengan demikian bukan hanya sekadar mereka menjawab ujian, tetapi ada hal-hal lain yang barangkali secara terstruktur itu bisa direncanakan oleh Bapak/Ibu dosen,” imbuhnya.

Lebih lanjut Rina mengatakan pentingnya kolaborasi antar mahasiswa. Meski mahasiswa belajar di rumah masing-masing, kolaborasi tetap harus dilakukan untuk meningkatkan penyerapan materi.

Hal lain yang ditekankannya adalah inovasi dalam penyampaian materi untuk meningkatkan kemampuan praktis yang dimiliki mahasiswa. Di antaranya dapat melalui problem based learning.

Jika beberapa hal tersebut  berjalan dengan baik, Rina meyakini pembelajaran daring akan menjadi menarik bagi mahasiswa sekaligus dapat mencapai tujuan pembelajaran yang sudah digariskan dalam kurikulum.

“Kita jangan kehilangan momentum bahwa pembelajaran daring ini menghilangkan kesempatan kita untuk membentuk soft skills atau higher order thinking skills dari mahasiswa dan itu memperlukan seni dari Bapak Ibu (dosen) di kelas,” terangnya.

Sementara itu, Guru Basar Fakultas Pertanian Unpad Prof. Tarkus Suganda membagikan informasi dan pengalamannya mengenai strategi mengektifkan pembelajaran daring.

Dikatakan Tarkus, diperlukan peningkatan kesiapan dosen dalam mengajar daring, baik dari sisi konten, teknologi, dan teknik mengajar pedagogi.

Dia juga mengungkapkan bahwa banyak dosen yang berasumsi mahasiswa sudah siap belajar daring. Padahal kenyatannya, kesiapan belajar daring mahasiswa sangat bervariasi. Seperti kesiapan internet, gawai, literasi, kemampuan penggunaan internet, kemampuan mengatur waktu, dan kemampuan belajar mandiri.

"Dosen pun diharapkan telebih dahulu dapat survei mengenai kesiapan ini. Dengan demikian, mahasiswa dapat memiliki hak yang sama pada pengetahuan yang diberikan," tandasnya. (H-3)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto.

Realisasi Komitmen Melindungi Rakyat Butuh Konsistensi Para Pemangku Kepentingan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 23 Januari 2022, 17:01 WIB
Kelompok rentan terdampak covid-19 dan tindak kekerasan seksual, seperti perempuan dan anak, kelompok minoritas, warga yang memiliki...
Antara

Cakupan Vaksinasi di Kendari Capai 91,47 Persen

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 14:32 WIB
Adapun cakupan dosis ketiga atau vaksin penguat (booster) mencapai 3.556 orang (85,67...
DOK IPB.

61 Dosen IPB University Masuk 100 Besar Ilmuwan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 23 Januari 2022, 14:20 WIB
Dasar penilaian dan pemeringkatan ilmuwan didasarkan pada produktivitas dan efektivitas kerja peneliti dalam lima tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya